Emiten rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menambah modal sebesar Rp 200 miliar ke anak usahanya, PT Surya Dhoho Investama (SDHI), perusahaan yang mengembangkan dan mengelola Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur.

Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui pengambilan sebanyak 200.000 saham baru yang diterbitkan SDHI. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp 1 juta, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp 200 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), GGRM menyatakan transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi antara perseroan dan SDHI.

"Transaksi afiliasi yang bertujuan untuk meningkatkan modal SDHI tersebut dilakukan untuk mendukung kegiatan operasional Bandar Udara Dhoho di Kediri, Jawa Timur ('Bandara'), yang dibangun oleh Perseroan melalui SDHI," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (14/8).

SDHI adalah perusahaan terkendali sekaligus perusahaan terafiliasi dengan GGRM. Sebelum transaksi, GGRM tercatat memiliki 14.299.999 saham SDHI atau setara dengan 99,9% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor SDHI.

Setelah aksi penambahan modal tersebut, modal ditempatkan dan disetor SDHI meningkat dari Rp 14,3 triliun menjadi Rp 14,5 triliun.

GGRM kemudian memiliki sebanyak 14.499.999 saham SDHI atau sebesar 99,9% dari total 14,5 juta saham yang telah ditempatkan dan disetor setelah transaksi.

Danai Operasional Bandara Dhoho

GGRM menjelaskan, penambahan modal tersebut dilakukan untuk meningkatkan permodalan SDHI demi mendukung kegiatan operasional Bandara Dhoho. Aksi korporasi itu dilakukan berdasarkan Keputusan Sirkuler SDHI tertanggal 14 Agustus 2026, yang kemudian dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham SDHI.

Bandara Dhoho menjadi salah satu proyek besar yang dikembangkan Gudang Garam di luar bisnis inti rokok. Melalui SDHI, perseroan terlibat dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur bandara yang berlokasi di Kediri itu.

Tambahan modal tersebut datang ketika Bandara Dhoho masih menghadapi tantangan dalam membangun lalu lintas penerbangan.

Bandara yang dikembangkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tersebut mulai melayani penerbangan komersial pada 5 April 2024. Penerbangan perdana dilayani Citilink dengan rute Jakarta-Kediri pulang-pergi menggunakan Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang.

Namun, perjalanan operasional bandara tidak berjalan mulus. Pada pertengahan 2025, penerbangan komersial di Bandara Dhoho sempat berhenti setelah maskapai yang sebelumnya melayani rute tersebut menghentikan operasionalnya.

Kondisi itu membuat Bandara Dhoho tidak memiliki penerbangan selama beberapa bulan. Sejumlah pihak kemudian mendorong sinergi pemerintah daerah, operator bandara, maskapai, serta pemangku kepentingan lain agar aktivitas penerbangan kembali berjalan.

Kembali Beroperasi

Setelah vakum selama lima bulan, aktivitas penerbangan kembali dibuka pada 10 November 2025. Super Air Jet membuka rute Jakarta-Kediri pulang-pergi dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan, yakni Senin, Rabu, dan Jumat. Kembalinya penerbangan tersebut menunjukkan bahwa tantangan Bandara Dhoho bukan semata pembangunan infrastruktur, tetapi juga bagaimana memastikan tingkat keterisian penumpang dan konektivitas yang cukup agar operasionalnya berkelanjutan.

Pemerintah daerah bahkan ikut memberikan berbagai insentif untuk menarik masyarakat menggunakan bandara tersebut. Pemerintah Kabupaten Kediri, misalnya, memberikan manfaat tambahan bagi penumpang berupa diskon hingga tiket wisata gratis dengan menunjukkan boarding pass.

Dalam skema KPBU dengan pemerintah, SDHI memiliki tanggung jawab atas pembangunan sekaligus pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas bandara. Perjanjian konsesi itu ditandatangani SDHI dengan Kementerian Perhubungan pada 7 September 2022.

Karena itu, keberlangsungan operasional bandara menjadi bagian penting dari bisnis SDHI. Tambahan modal dari Gudang Garam dapat menjadi sumber pendanaan untuk menopang kebutuhan perusahaan ketika trafik penerbangan belum sepenuhnya mencapai kapasitas yang direncanakan.

Data terbaru menunjukkan Bandara Dhoho masih melayani penerbangan langsung ke Jakarta. Pada Agustus 2026, sejumlah jadwal penerbangan Super Air Jet rute Jakarta-Kediri dan sebaliknya masih tercatat tersedia.

Bandara Dhoho memiliki landasan pacu sepanjang 3.300 meter dan lebar 45 meter. Terminal penumpangnya pada tahap awal perancangan diproyeksikan untuk menampung hingga 1,5 juta penumpang per tahun.