Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Parit Haji Muksin, Kabupaten Kubu Raya, sebagai langkah preventif untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

"Upaya ini sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan saat peninjauan lokasi Karhutla di Kecamatan Sungai Raya, Selasa.

Ria Norsan melihat kondisi lahan gambut yang masih mengeluarkan kepulan asap. Karakteristik gambut yang memungkinkan api menjalar dan bertahan di bawah permukaan menjadi tantangan tersendiri bagi tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan secara cepat. Jangan sampai api ini meluas dan berdampak kepada masyarakat, permukiman maupun fasilitas umum," kata Ria Norsan.

Ia mengatakan pemerintah memperkuat langkah preventif melalui kesiapsiagaan posko penanggulangan karhutla, pengawasan wilayah rawan, optimalisasi suplai air, serta pengerahan sarana dan prasarana pendukung pemadaman.

"Titik-titik yang rawan harus terus dipantau, suplai air harus disiapkan, dan apabila muncul titik api harus segera ditangani sebelum membesar," ujarnya.

Ria Norsan mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan demi mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Ia mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain penanganan titik api, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga memberikan bantuan masker, vitamin, dan kacamata kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah provinsi bersama jajaran terkait juga mengerahkan bantuan pasokan air bersih untuk masyarakat Kubu Raya sebagai langkah mengantisipasi dampak kekeringan.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam situasi darurat karhutla. Sujiwo menekankan pentingnya kerja bersama lintas sektor, termasuk pemerintah, TNI-Polri, pihak swasta, relawan, dan masyarakat untuk mempercepat pengendalian karhutla.

Ia juga meminta kondisi kesehatan dan stamina para relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla mendapat perhatian melalui pemeriksaan kesehatan rutin serta dukungan nutrisi dan vitamin.

Menurut Sujiwo, pengendalian titik rawan di kawasan vital seperti sekitar Bandara Supadio, Sungai Asam, dan wilayah sekitarnya juga perlu diperkuat agar kebakaran tidak meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.