Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan investasi dan berbagai program nasional telah menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal di Kalbar.
"Pertumbuhan ekonomi Kalbar pada triwulan II 2026 mencapai 5,87 persen dan perlu terus dijaga melalui peningkatan investasi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat," kata Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam Rapat Kerja Gubernur bersama Bupati dan Wali Kota se-Kalbar sebagai bagian dari penguatan peran pemerintah daerah mengawal program prioritas Presiden, di Pontianak, Selasa.
Ria Norsan mengatakan, pada 2026, pemerintah telah menerbitkan sebanyak 410 izin usaha. Namun, Norsan menegaskan investasi yang masuk tidak boleh hanya meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi saja.
"Investasi yang masuk harus benar-benar mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pelayanan perizinan juga harus cepat dan transparan," tuturnya.
Dalam pengendalian inflasi, katanya, Kalbar mencatat inflasi sebesar 3,18 persen pada Juli 2026, meski begitu pemerintah daerah tetap diminta mewaspadai kenaikan harga di sejumlah wilayah dan dampak musim kemarau terhadap produksi pangan.
Norsan mendorong penguatan konektivitas antar wilayah agar daerah yang memiliki surplus produksi dapat memasok kebutuhan wilayah yang mengalami kekurangan.
Selain itu, ia menyoroti keberadaan Koperasi Merah Putih yang perlu dikembangkan sesuai dengan potensi ekonomi masing-masing daerah agar tidak hanya aktif secara administratif.
Ia mengatakan pemerintah daerah perlu memandang berbagai program prioritas nasional sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang saling terhubung, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, ketahanan pangan dan pembangunan perumahan.
Terkait MBG, Norsan meminta bahan makanan untuk program tersebut diprioritaskan berasal dari petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Menurut dia, kebijakan tersebut penting agar program pemenuhan gizi tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima, tetapi juga menciptakan pasar bagi produk dan usaha masyarakat lokal.
Dia menambahkan, berdasarkan data Mei 2026, sebanyak 431 unit atau sekitar 61 persen koperasi memiliki capaian kinerja di bawah 50 persen, sehingga diperlukan langkah nyata untuk menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
"Untuk itu saya meminta seluruh kepala daerah menyusun langkah konkret dan terukur agar pertumbuhan ekonomi, investasi, ketahanan pangan, serta program nasional benar-benar memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kalbar," katanya.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.