Bengkulu (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta kesiapsiagaan bencana juga ikut dilengkapi dengan upaya mitigasi langit melalui doa-doa.
"Tidak cukup hanya ikhtiar mitigasi bencana, yang terpenting juga dilakukan mitigasi langit. Salah satunya adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Kota Bengkulu, Jumat.
Menurut dia, Bengkulu merupakan bagian dari Indonesia dan dunia, sehingga masyarakat di daerah ini turut merasakan kepedihan ketika bencana terjadi di berbagai wilayah.
"Apa yang harus kita naikkan (munajat) ketika musibah bala bencana terjadi di mana-mana, maka Bengkulu adalah bagian dari Indonesia, bagian dari dunia. Usaha terbaik yang kita lakukan di malam ini adalah berdoa," kata dia.
Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menggelar doa bersama untuk bangsa pada Kamis (1/10) dan Jumat, sebagai bagian dari mitigasi langit seperti yang disebut Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
Dia mengatakan doa bersama digelar seluruh umat, serentak dipusat di rumah ibadah masing-masing di provinsi itu. Gubernur Helmi bersama jajaran mengikuti kegiatan doa bersama di Masjid Raya Baitul Izzah Provinsi Bengkulu.
Helmi menilai manusia terkadang terlalu yakin dengan kerja-kerja dunia mereka cukup untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi, sehingga melupakan kerja-kerja akhirat, padahal kehidupan manusia tidak terlepas dari kehendak Allah yang maha pencipta.
"Kita terlalu yakin dengan kerja-kerja dunia kita, kita melupakan kerja-kerja akhirat. Padahal, kita sepakat, kita ada karena Allah," katanya.
Menurut Helmi, kesadaran untuk mengingat Allah juga perlu diperkuat dalam kehidupan, termasuk ketika masyarakat menghadapi berbagai musibah dan bencana.
"Karena tidak akan jatuh daun kering tanpa seizin Allah. Itu juga yang kadang-kadang kita lupakan," ujar Helmi.
Dia mengajak masyarakat untuk terus mengingat Allah sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dalam menjalani berbagai kondisi kehidupan.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.