Nabire (ANTARA) - Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengajak generasi muda Papua menjadikan musik reggae sebagai sarana merawat perdamaian, mempererat persaudaraan, dan mengembangkan kreativitas melalui Papua Reggae Festival ke-XI di Nabire.
“Festival musik ini bukan persoalan siapa yang paling hebat atau siapa yang terbaik, melainkan bagaimana kita mengekspresikan dan menyampaikan pesan perdamaian serta kehidupan orang-orang di tanah ini,” kata Meki saat membuka Papua Reggae Festival ke-XI bertema Culture & Art Tahun 2026 di Nabire, Jumat.
Ia mengatakan, musik reggae tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan pesan damai sekaligus merawat identitas budaya Papua.
Karena itu, generasi muda perlu diberi kesempatan untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan di bidang seni.
Menurutnya, musik dan sepak bola telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat asli Papua. Keduanya dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana persaudaraan.
Ia juga menyatakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah siap menjadi rumah bagi Papua Reggae Festival apabila daerah lain tidak dapat melanjutkan penyelenggaraan agenda tersebut pada tahun-tahun mendatang.
Ia menyampaikan bahwa Papua Tengah terbuka apabila pemerintah daerah lain ingin menjadi tuan rumah festival pada tahun berikutnya. Namun, jika tidak ada daerah yang bersedia, Papua Tengah siap menggelar kegiatan serupa dengan skala lebih besar.
“Jika anak-anak Papua tidak punya tempat lagi di negeri ini, Nabire dan kabupaten-kabupaten di Papua Tengah siap menampung serta meningkatkan kualitas para musisi,” ujarnya.
Untuk memacu semangat peserta, Meki secara pribadi memberikan bonus apresiasi bagi pemenang kompetisi musik, yakni Rp50 juta untuk juara pertama, Rp30 juta untuk juara kedua, dan Rp20 juta bagi juara ketiga.
Ia berharap, festival tersebut juga membuka peluang ekonomi bagi musisi lokal, seniman, dan pelaku usaha kecil, sekaligus memperkenalkan potensi seni dan budaya Papua Tengah kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia mengapresiasi, panitia, musisi, seniman, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival. Ia mengajak peserta dan masyarakat menjaga keamanan serta ketertiban agar kegiatan berlangsung dalam suasana damai dan penuh persaudaraan.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap generasi muda Papua yang terus memainkan dan melestarikan musik reggae sebagai bagian dari ekspresi seni dan budaya di tanah Papua.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.