Jakarta -
Sebuah gua di pesisir utara Norwegia menyimpan kapsul waktu yang luar biasa. Selama puluhan ribu tahun, sedimen di dalamnya melindungi jejak kehidupan Arktik purba hingga akhirnya para ilmuwan berhasil merekonstruksi ekosistem yang pernah berkembang sekitar 75.000 tahun lalu, jauh sebelum manusia modern menghuni kawasan tersebut.
Penemuan ini berasal dari analisis tulang-belulang, sedimen, dan DNA purba yang terawetkan di dalam gua. Berbeda dengan banyak wilayah Arktik yang bukti prasejarahnya telah rusak akibat erosi dan pergerakan gletser, gua tersebut mampu mempertahankan kondisi lingkungan masa lampau dengan sangat baik.
Dari penggalian tersebut, para peneliti menemukan sisa-sisa berbagai satwa yang hidup berdampingan dalam satu ekosistem pesisir. Hewan-hewan itu berasal dari habitat laut, tundra, hingga perairan tawar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan mencakup mamalia laut seperti anjing laut, hewan pengerat khas Arktik seperti lemming, berbagai jenis ikan air tawar, hingga burung yang hidup di kawasan pesisir. Kombinasi spesies tersebut menunjukkan wilayah itu pernah memiliki lingkungan yang jauh lebih beragam dibanding kondisi Arktik modern.
Seperti dikutip dari The Daily Galaxy, Jumat (17/7/2026) menurut para peneliti, keberadaan beragam satwa tersebut mengindikasikan bahwa kawasan itu mengalami periode yang relatif hangat selama Zaman Es, sehingga mampu menopang kehidupan berbagai spesies sekaligus.
Selain fosil, ilmuwan juga berhasil mengekstraksi DNA lingkungan (environmental DNA/eDNA) dari sedimen gua. Teknologi ini memungkinkan mereka mengidentifikasi spesies yang pernah hidup di lokasi tersebut meski tidak meninggalkan kerangka utuh.
Pendekatan ini membantu menyusun kembali gambaran ekosistem Arktik kuno secara lebih lengkap dibanding hanya mengandalkan fosil. Para peneliti dapat mengetahui bagaimana hewan-hewan laut, darat, dan air tawar hidup berdampingan pada masa itu.
Bagi para ilmuwan, nilai terbesar dari penemuan ini bukan hanya usia fosilnya, melainkan informasi tentang bagaimana ekosistem Arktik merespons perubahan iklim pada masa lampau.
Data dari gua tersebut menunjukkan bahwa ketika suhu dan kondisi lingkungan berubah, sebagian spesies mampu beradaptasi, sementara yang lain menghilang dari kawasan tersebut. Temuan ini memberi gambaran mengenai dinamika ekosistem Arktik selama puluhan ribu tahun.
Para peneliti berharap rekaman alam yang tersimpan di gua Norwegia ini dapat menjadi acuan untuk memahami dampak perubahan iklim yang sedang berlangsung saat ini, terutama di wilayah Arktik yang mengalami pemanasan lebih cepat dibanding kawasan lain di Bumi.
(rns/fay)
TAGSLIHAT LAINNYA