AKURAT.CO Google DeepMind mengungkap keberhasilan empat agen kecerdasan buatan (AI) Gemini 4 Argon menamatkan permainan Minecraft secara mandiri. Keempat agen tersebut berhasil mengalahkan Ender Dragon, musuh terakhir dalam gim itu, tanpa campur tangan manusia.
Dalam eksperimen ini, empat agen AI ditempatkan di dunia Minecraft dengan kondisi yang berubah secara acak. Setiap agen tidak dibekali strategi khusus maupun perangkat tambahan yang dirancang manusia untuk menyelesaikan permainan.
Setiap agen mengendalikan karakter melalui pustaka sumber terbuka Mineflayer. Koordinasi dilakukan menggunakan fitur obrolan dalam gim dan memori bersama untuk bertukar informasi.
Selama permainan, keempat agen membagi tugas secara mandiri sesuai kebutuhan. Ada agen yang mengumpulkan makanan dan perlengkapan, membuat peralatan, hingga menyiapkan tempat berlindung untuk menghadapi musuh.
Para agen juga saling memperingatkan tentang ancaman dan membagikan petunjuk penting. Bahkan, setiap agen berusaha mengambil kembali barang milik rekan yang tewas selama permainan.
Tim peneliti mencatat, eksperimen tersebut berlangsung selama 27,23 jam hingga Ender Dragon berhasil dikalahkan. Sebagian besar waktu digunakan untuk menghadapi musuh terakhir tersebut.
Selama proses itu, keempat agen menjalankan 2.783 program dan bertukar 229 pesan. Selain itu, tercatat 605 kematian karakter sebelum misi berhasil diselesaikan.
Google turut menempatkan agen kelima bernama The Observer untuk memantau jalannya eksperimen. Agen tersebut bertugas mengawasi kemungkinan kecurangan serta menyusun laporan selama dan setelah permainan berlangsung.
Eksperimen ini menghabiskan 1,35 miliar token input dengan biaya 810 dolar AS atau sekitar Rp14 jutaan berdasarkan harga yang disebutkan tim peneliti. Jika menggunakan tarif standar, biaya tersebut meningkat menjadi 1.620 dolar AS atau sekitar Rp29 jutaan.
Tim peneliti menyebut eksperimen ini sebagai pencapaian pertama AI menamatkan Minecraft secara mandiri. Hasilnya menunjukkan kemampuan AI menyusun strategi dan bekerja sama tanpa bantuan manusia, sebagaimana dikutip dari Engadget, Rabu (21/10/2026).