Senin, 21 September 2026 - 11:30 WIB

VIVA –Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menyoroti ulah pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang mengolok-olok korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga

Sebelumnya, video yang memperlihatkan ulah pegawai SPPG tersebut sempat ramai di media sosial. Dalam video itu, dia terlihat merekam dirinya saat memakan sepotong ayam, kemudian menyebut dirinya mengalami "hilang ingatan".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam unggahan wapres di akun Instagram resminya, dirinya menyayangkan tindakan oknum SPPG tersebut. Dia menekankan bahwa pentingnya menjaga ruang publik yang aman dan ramah terutama untuk anak-anak. 

Baca Juga

"Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan," demikian caption wapres dikutip Senin 21 September 2026.

Dalam unggahan itu, Wapres juga sempat menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua siswa sekolah menegah atas di Kabupaten Karo Sumatera Utara atas insiden yang terjadi. 

Baca Juga

"Kami pastikan anak-anaknya pulih semua ya sampai benar-benar sembuh total," kata Gibran saat menemui keluarga korban keracunan. 

Di sisi lain, Gibran juga sempat membagikan kondisi terkini dari korban keracunan MBG yakni Agnesia dan Febiona. Disebutnya kedua siswi yang sempat menjalani perawatan di RSCM itu telah kembali ke kota asal mereka. 

"Saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kab.Karo dan akan masuk sekolah kembali," tulis dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan itu, Gibran juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim dokter RSCM yang telah melakukan perawatan kedua siswi tersebut. Tak lupa dia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Sumatera Utara dan Kementerian Keehatan yang telah membantu proses rujukan hingga pemulihan kedua korban.

"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Tim Dokter RSCM (Prof. Dr.dr. Setyo Handryastuti, Sp.A (K), Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna Sp.KJ (K), Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswanto, Sp.A (K), dr. Fatima Safira Alatas, Sp.A(K), Dr. dr. Kristina Siste, Sp.KJ (K), Kemenkes, Dinkes Sumut serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses rujukan, perawatan hingga pemulihan Agnesia dan Febiona," demikian keterangan Wapres Gibran.

Halaman Selanjutnya

{{ https://www.instagram.com/reel/DdgffbWzuaN }}