Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan kebutuhan perawatan orangutan yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpenuhi saat mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peninjauan Wapres terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, termasuk dampaknya terhadap satwa dan habitat.

"Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi," kata Gibran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Gibran melihat proses rehabilitasi dan perawatan orangutan serta berdialog dengan dokter hewan, relawan, dan tim yang terlibat dalam perlindungan satwa.

Wapres juga menyerahkan bantuan berupa obat-obatan, bawang bombai, dan alat nebulizer untuk mendukung kebutuhan pusat rehabilitasi tersebut.

Baca juga: KLH pastikan karthula ditangani masif cegah kabut asap lintas negara

Gibran mengatakan perlindungan satwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemulihan lingkungan. Penanganan satwa yang mengalami gangguan kesehatan perlu diiringi pemulihan habitat secara menyeluruh.

"Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa," ujarnya.

Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada dokter hewan, pecinta satwa, relawan, yayasan, dan pihak lain yang terlibat dalam perlindungan serta perawatan satwa.

"Terima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti," katanya.

Dalam kunjungan itu, Wapres meninjau Forest School BOSF Nyaru Menteng yang menjadi tempat pembinaan 17 orangutan.

Baca juga: Singapura akan investigasi karthula, RI rujuk hukum internasional

Ia juga mendatangi area karantina individu orangutan untuk melihat proses nebulisasi atau pemberian uap sebagai bagian dari penanganan gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.

Di area karantina tersebut terdapat sekitar 90 orangutan yang menjalani perawatan dalam sejumlah kandang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing satwa.

Berdasarkan pembaruan BOSF per Minggu (6/9), Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng belum terdampak langsung kebakaran.

Namun, sebanyak 21 orangutan menunjukkan gejala gangguan pernapasan yang konsisten dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, bersin, dan keluarnya cairan dari hidung.

Tim dokter hewan dan kesejahteraan satwa BOSF terus memantau kondisi orangutan tersebut serta memberikan perawatan sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.