Ayu Rachmaningtyas

| 4 September 2026, 22:33 WIB

Gibran Minta Pembangunan Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga 2 Rampung Tepat Waktu

Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meninjau pembangunan Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga 2.

AKIRAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meninjau pembangunan Sabo Dam Hutanabolon di Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Jembatan Garoga 2 di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur yang berperan penting dalam pemulihan akses, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari risiko bencana.

Dia menekankan agar pembangunan kedua infrastruktur tersebut diselesaikan sesuai target, dengan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan konstruksi.

Baca Juga: Mobil Gibran Dicegat Warga Saat Kunjungan ke Tapanuli Tengah, Tuntut Jaminan Hidup hingga Pembangunan Huntap

Menurutnya, Sabo Dam berperan penting dalam mengendalikan aliran material dan mengurangi risiko bencana. Sementara Jembatan Garoga 2 dibutuhkan untuk memulihkan konektivitas dan mendukung mobilitas masyarakat.

"Pemulihan tidak boleh hanya memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Infrastruktur yang dibangun harus membuat masyarakat lebih terlindungi menghadapi risiko bencana berikutnya," ujarnya.

Dalam peninjauan Sabo Dam Hutanabolon, Wapres melihat perkembangan pembangunan infrastruktur pengendali aliran material yang ditujukan untuk mengurangi risiko bencana di kawasan tersebut.

Berdasarkan panel penjelasan yang disajikan Kementerian PU, progres fisik pembangunan Sabo Dam di Sungai Tukka mencapai 26 persen dari rencana awal 29 persen.

Sementara, pembangunan Jembatan Garoga 2 di Tapanuli Selatan merupakan bagian dari penanganan mendesak pada koridor Sibolga–Batangtoru–Padang Sidempuan sepanjang 65 kilometer.

Per 2026, progres fisik paket tersebut mencapai 44,93 persen dengan target penyelesaian atau PHO pada 31 Desember 2026.

Baca Juga: Gibran Pastikan Huntap untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Napa Dibangun Bulan Ini

Jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat karena menghubungkan kawasan dan mendukung mobilitas, termasuk aktivitas ekonomi dan pelayanan sehari-hari.

"Terbukanya kembali akses sangat penting bagi masyarakat. Tapi pekerjaan tidak boleh berhenti pada jembatan. Penanganan sungainya juga harus kita tuntaskan agar masyarakat lebih terlindungi," tuturnya.

Melalui peninjauan langsung, Gibran memastikan pembangunan infrastruktur pascabencana berjalan sesuai target dan kebutuhan di lapangan.