Gibran minta kebutuhan dasar warga terdampak gempa jadi prioritas penanganan
Kamis, 20 Agustus 2026 22:54 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) meninjau dapur umum untuk para pengungsi gempa yang dijalankan relawan di Stadion Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026) ANTARA/Prisca Triferna
Kabupaten Sikka, NTT (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meminta kebutuhan dasar warga jadi prioritas sebagai bagian dari penanganan pascabencana yang cepat, terpadu, dan menjangkau seluruh masyarakat.
"Dalam penanganan darurat, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan mendesak harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada satu pun warga yang tidak tersentuh bantuan, termasuk mereka yang berada di wilayah sulit diakses seperti permukiman pegunungan," kata Gibran.
Hal tersebut disampaikannya kepada jajaran perwakilan pemerintah pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat meninjau sejumlah infrastruktur terdampak gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis.
Untuk memastikan penanganan berjalan efektif hingga ke lapangan, Wapres meminta seluruh jajaran terkait tidak hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung memastikan setiap arahan terlaksana dan berbagai kendala segera ditindaklanjuti.
"Saya meminta seluruh kepala daerah dan Forkopimda turun langsung ke lapangan, memastikan setiap instruksi benar-benar terlaksana tanpa sekat birokrasi. Setiap kendala harus segera diidentifikasi dan diselesaikan, dengan penanggung jawab dan target waktu yang jelas. Seluruh persoalan dan kendala yang ditemukan di lapangan akan saya laporkan kepada Bapak Presiden," ucapnya.
Di tengah upaya penanganan tersebut, Gibran juga mengapresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bergerak turun ke lapangan membantu masyarakat sejak awal kejadian.
Menurutnya, respons dan kerja bersama seluruh unsur di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan pendampingan yang dibutuhkan.
"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran yang sejak hari pertama kejadian telah turun ke lapangan membantu masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kementerian Sosial melalui Sentra Efata Kupang memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak-anak terdampak bencana gempa di posko pengungsian mandiri Stella Maris, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis.
Sekitar 20 anak tampak ceria dan menikmati beragam kegiatan yang dilaksanakan oleh petugas dari Sentra Efata Kupang dan Direktorat Rahabilitasi Sosial Anak Kemensos.
Penyuluh Sosial Sentra Efata Kupang Rahmat Hidayat Ismail menyampaikan kegiatan LDP yang dilakukan mulai dari sosialisasi ringan dengan bernyanyi terkait tanggap darurat ketika bencana gempa dan bermain beragam permainan.
“Supaya anak-anak bisa punya kesiapan lah ketika terjadi gempa. Karena kan gempa ini terus terjadi di kawasan NTT, itu yang pertama. Terus kedua, ya kita ada permainan, mungkin model kayak ice breaking gitu untuk mencairkan suasana,” kata Rahmat.
Selain diisi dengan berbagai macam kegiatan, petugas juga memberikan makanan berupa bubur kacang hijau, hingga melakukan sharing session dengan tujuan supaya anak-anak bisa berbagi cerita dan mendapatkan penguatan emosional.
“Mereka bercerita segala macam untuk mengeluarkan unek-uneknya atau apa sih ketakutannya. Seperti itu, kita coba di situ, dengan harapan kita upayakan anak-anak ini saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gibran minta kebutuhan dasar warga terdampak gempa jadi prioritas
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.