Kabupaten Bogor (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat sebanyak 17 rumah mengalami kerusakan dan 51 warga mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 4,1 pada Kamis (15/10).

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Andi Sumardi di Bogor, Jumat, mengatakan kerusakan rumah akibat gempa tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni Pamijahan dan Leuwiliang.

"Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, terdapat 17 rumah terdampak gempa di dua kecamatan dengan jumlah warga mengungsi sebanyak 51 jiwa," kata Andi.

Ia menjelaskan, di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, gempa mengakibatkan tiga rumah mengalami kerusakan di Kampung Muaradua RT 02/RW 02.

Dari jumlah tersebut, satu rumah mengalami rusak sedang dan dua rumah lainnya rusak ringan, dengan total penghuni sebanyak 12 jiwa dari tiga kepala keluarga (KK).

Sebanyak enam warga dari dua KK terpaksa mengungsi ke rumah anggota keluarga yang berada di wilayah yang sama akibat kerusakan tempat tinggal mereka.

Sementara itu, di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, BPBD mencatat sebanyak 14 rumah terdampak gempa yang tersebar di Kampung Baru, Situ Murni, Cianten, dan Cianten Herang.

Kerusakan rumah di wilayah tersebut berdampak terhadap 46 jiwa dari 14 KK.

Selain itu, sebanyak 45 warga dari 15 KK dilaporkan mengungsi ke tenda sementara maupun rumah kerabat. Sebagian warga memilih mengungsi meskipun rumahnya tidak mengalami kerusakan karena khawatir terhadap gempa susulan.

Andi menjelaskan, kerusakan bangunan akibat gempa didominasi pada bagian dinding yang mengalami retakan hingga hancur, serta kerusakan plafon dan atap rumah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sejumlah bangunan yang terdampak juga diketahui memiliki kondisi konstruksi yang sudah lapuk sehingga rentan mengalami kerusakan akibat guncangan.

BPBD Kabupaten Bogor masih melakukan pendataan lanjutan karena terdapat lima kampung di Kecamatan Pamijahan yang belum selesai dilakukan asesmen, yakni Banarajaya 1 dan 2, Cikupa, serta Cisalak 1 dan 2.

Pendataan di wilayah tersebut sempat terkendala kondisi malam hari sehingga tim melanjutkan kaji cepat untuk memastikan jumlah kerusakan dan kebutuhan warga terdampak.

BPBD juga telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta aparat setempat dalam penanganan dampak gempa.

Kebutuhan mendesak warga terdampak meliputi terpal dan bantuan logistik tanggap darurat.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dicantumkan dalam laporan BPBD, gempa berkekuatan magnitudo 4,1 berpusat sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor dengan kedalaman lima kilometer.

Hingga laporan sementara disusun, BPBD belum menerima laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.

BPBD menegaskan jumlah rumah rusak maupun warga terdampak masih berpotensi berubah seiring berlangsungnya pendataan dan rekapitulasi dari sejumlah wilayah.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD: Gempa Bogor rusak 17 rumah, 51 warga mengungsi

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.