Gema doa Hari Santri untuk keselamatan masyarakat Kalteng dari karhutla
Kamis, 22 Oktober 2026 12:03 WIB
Peringatan Hari Santri Tahun 2026 di Kalimantan Tengah dirangkai istighosah ataupun doa bersama, Palangka Raya, Kamis (22/10/2026). (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
Palangka Raya (ANTARA) - Ribuan orang di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan istighosah atau doa bersama kepada Allah SWT dalam peringatan Hari Santri Tahun 2026, meminta perlindungan dan pertolongan terutama agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera berakhir.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Kamis, mengajak semua pihak bersama-sama untuk bersatu menghadapi bencana sekaligus memperkuat ikhtiar batin melalui doa dan zikir.
"Man jadda wajada, yakni barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil," tuturnya dalam kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Raya Darussalam.
Hadir dalam kegiatan ini para santri, ustaz, tokoh agama, guru agama serta lainnya. Agustiar mengatakan melalui istighosah ini, bersama-sama memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah SWT, agar bencana karhutla bisa segera diatasi.
"Semoga hujan segera turun, api segera padam, kabut asap menghilang dan masyarakat Kalimantan Tengah kembali dapat beraktivitas dengan aman dan sehat," ucapnya.
Dia menjelaskan hingga saat ini berbagai upaya penanganan karhutla terus dilakukan, yakni pencegahan maupun pemadaman di lapangan hingga penanggulangan berbagai dampaknya, baik dari sisi kesehatan, pendidikan hingga ekonomi.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, relawan dan seluruh elemen masyarakat yang telah dan terus bekerja keras melakukan berbagai upaya lahiriah secara maksimal untuk memadamkan karhutla," tambahnya.
Baca juga: Saat karhutla, gubernur hadir langsung kawal masyarakat Seruyan perjuangkan hak plasma perkebunan
Lebih lanjut dia menyampaikan, Peringatan Hari Santri Tahun 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, yakni santri memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan bangsa.
Gubernur mengatakan hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta tentunya menegakkan adab dan akhlak mulia.
"Karena adab sesungguhnya adalah lebih tinggi dari pada ilmu," jelasnya.
Agustiar menekankan semangat pengabdian kepada negeri tercinta tidak boleh padam dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang terus berubah.
Baca juga: MUI ingatkan Falsafah Huma Betang ajarkan kebersamaan hingga adab
Baca juga: Dishut Kalteng: Pemerintah pusat telah kerahkan berbagai sumber daya dukung penanganan karhutla
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.