AKURAT.CO PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) kembali mengangkut barang bantuan kemanusiaan untuk korban bencana NTT.

Total, sebanyak 282,5 ton barang bantuan akan diangkut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Direktur SDM dan Umum PELNI, Heri Purnomo menyebutkan bahwa pada pengangkutan gelombang kedua ini, jumlah barang bantuan dari instansi dan organisasi yang terkumpul hampir menyentuh 300 ton.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi dan organisasi yang memanfaatkan program angkutan gratis ini untuk membantu korban bencana NTT," kata Heri dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (30/8/2026).

Program angkutan gratis untuk barang bantuan kemanusiaan untuk korban bencana NTT dengan kapal PELNI didukung oleh Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan RI.

Heri juga menyebutkan bahwa Kemenhub RI memberikan persetujuan untuk potongan harga 100 persen atas tarif barang dengan kapal penumpang PELNI, khusus untuk barang bantuan bencana.

Menimbang jumlah barang bantuan yang sangat banyak, PELNI membagi pengangkutan ke dua kapal penumpang. Sebanyak 135 paket barang seberat 67,5 ton diangkut menggunakan KM Tidar yang berangkat dari Jakarta pada Sabtu (29/8).

Angkutan berikutnya sebanyak 250 paket bantuan seberat 125 ton dan 5 unit kontainer ekuivalen 90 ton akan dibawa oleh KM Dobonsolo dari Jakarta pada Senin (31/8) nanti.

Sekretaris Perusahaan PT PELNI, Ditto Pappilanda menyampaikan, pada pengangkutan gelombang kedua ini, barang bantuan berasal dari sejumlah instansi dan organisasi.

Selain bantuan dari Kementerian Perhubungan RI, bantuan juga berasal dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok.

Selain itu masih ada barang bantuan dari Pelindo, LEN, Pindad dan Wijaya Karya. Dari swasta ada dari Coca Cola, untuk organisasi dari DPC INSA Jaya dan Relawan Nusantara.

“Bantuan juga berasal dari DPP Partai Golkar, Fraksi Golkar DPR RI, dan ormas PPK Kosgoro 1957 yang tadi diserahkan langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Ibu Sari Yuliati," ujar Ditto.

Sebelumnya pada gelombang pertama PELNI juga mengangkut barang bantuan menggunakan KM Tidar pada 16 Agustus dari Pelabuhan Surabaya.