Minggu, 30 Agustus 2026, 10:11 WIB

Warta Ekonomi, Lamongan -

Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), atau Kopdes Merah Putih harus menjadi ruang bersama untuk mengonsolidasikan seluruh potensi ekonomi desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Oleh karena itu, Kemenkop menggelar kegiatan magang pengurus KDKMP yang berlangsung selama delapan hari, yang saat ini resmi berakhir. 

Selama kegiatan, para peserta menimba ilmu langsung dari praktik, yang diterapkan di Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur (Jatim).

"Para peserta membawa bekal pembelajaran nyata mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, produktif, dan berkelanjutan untuk diterapkan di daerah masing-masing," kata Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari, Minggu (30/8/2026).

Ia menegaskan, fondasi penguatan KDKMP dimulai dari pengurus yang kompeten, adaptif, dan memiliki semangat kewirausahaan. 

"Keberhasilan kegiatan magang tidak hanya diukur dari kehadiran selama kegiatan berlangsung, melainkan dari langkah nyata yang lahir setelah peserta kembali ke daerah," ujar Destry 

Pengetahuan, pengalaman, dan jejaring kerja yang diperoleh selama magang menjadi modal utama bagi para pengurus untuk memperkuat tata kelola dan kemampuan usaha koperasi. 

"Kolaborasi antara koperasi, Pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendukung turut membuka peluang yang lebih luas bagi kemajuan KDKMP di seluruh Indonesia," imbuh dia.

Baca Juga: Airlangga Dorong Ritel Modern Masuk Desa, KDKMP Jadi Penghubung

Destry menekankan peran strategis para pengurus KDKMP sebagai ujung tombak dalam menghadirkan koperasi yang modern, produktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. 

Kopdes Merah Putih yang berkembang sehat dan kuat secara otomatis akan memperkokoh fondasi perekonomian desa sekaligus memperluas manfaat bagi anggota dan masyarakat luas.

Adapun metodologi dan materi pelaksanaan magang menggunakan pendekatan dua skema, yakni pembekalan materi dan studi kunjungan (study visit) dan praktik langsung (on the job training).

Sementara materi pembelajaran mencakup regulasi, strategi kebijakan, prinsip dan penerapan tata kelola koperasi yang baik. 

"Kegiatan magang ini telah berakhir, namun perjalanan memajukan KDKMP baru saja dimulai. Terapkan pengalaman yang diperoleh, hadirkan inovasi, dan bangun koperasi yang kuat, modern, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat," jelasnya.