Bank Indonesia (BI) melihat tantangan ekonomi global kini telah bergeser dari sekadar ketidakpastian atau uncertainty menjadi kondisi yang sulit diprediksi atau unpredictability.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya gejolak global, termasuk dampak perang di Timur Tengah yang masih menghantui perekonomian dunia.

“Kalau dulu dikatakan bahwa ada ketidakpastian, uncertainty, itu masih mending, masih bisa diperkirakan. Tetapi saat ini bukan cuma uncertainty, tetapi unpredictability,” kata Filianingsih di Bandar Lampung, Sabtu, 5 September 2026.

Menurut dia, kondisi saat ini membuat arah perkembangan ekonomi global sulit dipastikan. Ia mengibaratkannya seperti bajaj yang pengemudinya tidak diketahui akan mengambil arah ke mana.

“Jadi nggak bisa diprediksi mau ke mana ini ya. Ibaratnya kalau di Jakarta itu kita tahu ada bajaj gitu ya. Kita nggak tahu bajajnya ini mau terus atau belok kanan belok kiri. Yang tahu hanya supir bajajnya dan Tuhan,” ujarnya.

Filianingsih menuturkan kondisi global tersebut menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia. Meski demikian, ekonomi Indonesia tetap tumbuh 5,29 persen pada triwulan II, setelah pada triwulan I tumbuh 5,6 persen.

Inflasi juga masih terkendali dalam sasaran BI, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen. Untuk 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 4,9 sampai 5,7 persen, sementara inflasi tetap berada dalam sasaran tersebut.

Filianingsih mengatakan BI merespons kondisi global itu dengan menjalankan bauran kebijakan sesuai mandatnya, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar, sistem pembayaran, dan sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dan apa yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral? Kita punya mandat bahwa kita harus jaga kestabilan nilai tukar dan kestabilan sistem pembayaran dan juga stabilitas sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan. Dan ini yang kita lakukan,” tegasnya. 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.