Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan United Airlines yang menuju New Jersey kembali ke Las Vegas, Amerika Serikat (AS), akhir pekan lalu. Ini menyusul adanya dugaan ancaman pembajakan.
Mengutip laporan New York Post, Kamis (27/10/2026), penerbangan United 1681 membawa 150 penumpang dan enam kru. Jet terbang dari Bandara Internasional Harry Reid menuju Bandara Internasional Newark Liberty pada 24 Oktober.
Pesawat terpaksa kembali setelah seorang pramugari melihat seorang penumpang mengirim pesan yang menyebutkan tentang upaya mengambil alih pesawat. Anggota kru tersebut tidak berinteraksi dengan penumpang itu dan segera memberi tahu pilot.
"Kru kabin melihat penumpang itu mengirim pesan bahwa ia akan membajak pesawat," ujar pilot penerbangan tersebut kepada petugas pengatur lalu lintas udara sesaat setelah pesawat lepas landas, sebagaimana dilaporkan oleh CBS News.
"Mereka menghubungi saya. Kami menerapkan prosedur penguncian (lockdown) dan kembali ke Vegas," tambahnya.
Sementara itu, saat petugas menanyakan apakah penumpang tersebut kooperatif atau sedang dalam kondisi terkendali, pilot menjawab bahwa penumpang itu "tidak terkendali". Dilaporkan bahwa penumpang "tidak sadar akan situasinya".
Hal sama juga dilaporkan Administrasi Penerbangan Federal (FAA). Penerbangan United Airlines 1681 dilaporkan "kembali dengan selamat" ke Bandara Internasional Harry Reid di Las Vegas sekitar pukul 23.05 waktu setempat.
"Kru melaporkan adanya gangguan yang disebabkan oleh seorang penumpang," demikian pernyataan FAA.
Setelah berhasil kembali ke Las Vegas, seluruh penumpang yang diturunkan dari pesawat serta pesawat itu sendiri menjalani pemeriksaan menyeluruh. Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas mendatangi bandara tersebut dan menangkap Dante Milne, 25 tahun, atas dugaan melontarkan ancaman atau menyampaikan informasi palsu terkait tindakan terorisme.
Para penumpang dialihkan ke penerbangan lain, yang lepas landas dari Bandara Internasional Harry Reid pada Minggu pagi.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]