Selular.ID – Perusahaan teknologi AS, HP, menepis anggapan bahwa perjanjian lisensi kekayaan intelektual (IP) baru-baru ini dengan Huawei, merupakan bentuk kemitraan yang lebih luas di antara keduanya.

HP buru-buru menegaskan bahwa kesepakatan tersebut telah digambarkan secara keliru.

HP mengeluarkan pernyataan setelah Huawei mengumumkan pada Rabu (26/8/2026) bahwa mereka telah mencapai kesepakatan lisensi silang (cross-licensing) jangka panjang untuk paten Wi-Fi, dengan mengklaim bahwa “kesepakatan penting” tersebut mencerminkan “kerja sama perusahaan” di bidang lisensi kekayaan intelektual.

Raksasa teknologi asal China tersebut menyatakan bahwa kesepakatan itu mencerminkan perannya sebagai penyedia inovasi yang dipatenkan, yang memungkinkan teknologi mutakhir dibagikan kepada perusahaan-perusahaan AS dan industri global secara lebih luas melalui “kolaborasi berkelanjutan” dan lisensi.

HP kemudian memberikan klarifikasi bahwa pengungkapan Huawei mengenai perjanjian paten tersebut “telah digambarkan secara keliru” karena menyajikan penyelesaian sengketa hukum sebagai sebuah kemitraan yang lebih luas.

“Huawei bukan pemasok bagi HP, begitu pula HP bukan pemasok bagi Huawei. HP tidak menyertakan komponen atau teknologi Huawei apa pun ke dalam produk-produk HP. Kesepakatan ini bukan merupakan kemitraan strategis, aliansi komersial, perjanjian pasokan, ataupun bentuk kolaborasi lainnya”, demikian pernyataan perusahaan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Pernyataan tegas tersebut menunjukkan, HP terlihat berhati-hati  karena masalah yang dihadapi Huawei di AS telah banyak diketahui publik.

Huawei dimasukkan ke dalam daftar hitam perdagangan sejak 2019 akibat kekhawatiran terkait keamanan nasional.

Sebelumnya HP menjelaskan bahwa Huawei—sebagai pemegang portofolio paten Wi-Fi yang signifikan—menggugat HP terkait penggunaan paten-paten tersebut dan menuntut langkah hukum, termasuk pelarangan penjualan produk-produk terkait.

HP kemudian “terpaksa” memilih antara mengambil lisensi atau menghadapi litigasi. Situasi ini membatasi kemampuan HP dalam melayani pelanggan dan tidak menyisakan pilihan lain selain menyelesaikan sengketa tersebut.

Baca Juga: Huawei Upgrade Solusi Xinghe AI Fabric 2.0 Demi Perkuat Jaringan Pusat Data Asia Pasifik

Melakukan perjanjian lisensi demi bisa terus melayani pelanggan—saat pemegang paten seperti Huawei menggugat perusahaan yang produknya mematuhi standar teknis—merupakan “masalah yang sangat umum dihadapi oleh perusahaan teknologi Amerika,” tambah HP.

Sebelumnya dalam rilis resmi, Alan Fan, Chief Intellectual Property Officer Huawei, menyebutkan bahwa Huawei senang dapat mencapai kesepakatan lisensi silang paten dengan HP Inc.

“Kesepakatan ini merupakan bukti nyata dari inovasi mandiri Huawei yang berkelanjutan di bidang-bidang mutakhir Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)”, ujar Fan.

Melalui lisensi paten, Huawei berbagi inovasinya dengan industri—khususnya dalam ranah teknologi standar—sehingga menghadirkan pengalaman teknologi unggul bagi konsumen di seluruh dunia.”

Steven Geiszler, yang mewakili Huawei dalam negosiasi tersebut, menambahkan bahwa kesepakatan tersebut merupakan keberhasilan lain dalam lisensi paten Huawei, khususnya di bidang teknologi standar Wi-Fi, sekaligus memberikan hak paten timbal balik yang berharga dari HP.

Kesepakatan kedua perusaahaan merupakan kelanjutan dari proses hukum dan kesepakatan sebelumnya yang melibatkan Huawei dan HP—serta pihak lain—yang pada 2025 menghasilkan akses bagi HP terhadap sekitar 2.000 paten terkait standar Wi-Fi 6.

Baca Juga: Huawei Pura 90s Pro Max dan 90s Pro Dijual Mulai Rp15 Jutaan di Indonesia