Sekjen WZWF, Datuk Mohd Ghazali Md Noor (berpeci hitam) membacakan Resolusi World Zakat and Waqf Forum 2024 di Jakarta, Sabtu (2/11/2024).
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF) Datuk Mohd Ghazali Md Noor mengatakan, tata kelola zakat, infak, sedekah (ZIS) Indonesia memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan ekosistem keuangan sosial Islam global.
Ghazali menilai tata kelola ZIS yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, serta wakaf yang dikelola Badan Wakaf Indonesia (BWI) memiliki dampak positif baik di Indonesia maupun di tingkat internasional.
"Saya melihat bahwa arah Indonesia untuk menjadi negara yang memiliki peran penting dalam dunia Islam mendapatkan harapan besar berkat kapasitas intelektual serta sokongan Presiden dengan ada dua badan yang khusus yaitu Baznas dan juga Badan Wakaf Indonesia," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa(20/10/2026).
Dalam pengembangan ekosistem tersebut, Datuk Ghazali menyoroti kontribusi Baznas melalui berbagai program zakat produktif yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah mengembangkan berbagai program zakat produktif yang mencakup kewirausahaan, pengembangan pertanian, dukungan bagi usaha mikro, serta pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat,”kata dia.
Ghazali turut mendorong memperkuat tata kelola lewat penerapan standar internasional, inovasi, serta memperluas kolaborasi antarlembaga dan antarnegara dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekah memperkuat peran zakat dalam pemberdayaan masyarakat.
"Pengenalan Zakat Core Principles (ZCP) atau Prinsip-Prinsip Inti Zakat, yang dikembangkan melalui inisiatif internasional dengan melibatkan Bank Indonesia, Baznas, dan Islamic Research and Training Institute dari Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank), merupakan tonggak penting dalam menetapkan prinsip-prinsip bersama untuk penyelenggaraan operasional dan pengawasan zakat yang efektif," ucap Ghazali.
Selain penerapan standar tata kelola, Ghazali menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam mendukung pengelolaan zakat. Menurutnya, digitalisasi saja tidak cukup untuk menghasilkan transformasi.
sumber : Antara