Forum Dekan FST perkuat transformasi saintek PTKIN
Jumat, 17 Juli 2026 22:25 WIB
Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Fordek FST) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jumat (17/7/2026). ANTARA/HO-UIN Walisongo Semarang
Semarang (ANTARA) - Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Fordek FST) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang memperkuat transformasi sains dan teknologi (saintek) PTKIN.
Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Musahadi, di Semarang, Jumat, mengatakan UIN Walisongo Semarang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum nasional tersebut.
Ia membuka secara resmi Fordek FST 2026 yang mengusung tema "Transformasi Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN melalui Good University Governance, Hilirisasi Riset, dan Integrasi Sains-Islam" itu.
Ia menegaskan bahwa Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN harus melakukan lompatan strategis agar mampu menjadi fakultas rujukan di tingkat nasional maupun internasional.
Di tengah semakin banyaknya fakultas sejenis di perguruan tinggi umum, kata dia, FST PTKIN memiliki keunggulan yang tidak dimiliki institusi lain, yakni integrasi antara sains dan nilai-nilai Islam.
"FST perlu mempercepat langkah agar benar-benar menjadi fakultas rujukan. Keunggulan kita adalah integrasi sains dan Islam. Distingsi ini harus terus diperkuat sehingga menjadi daya saing yang membedakan FST PTKIN dengan perguruan tinggi lainnya," katanya.
Ia juga mendorong seluruh pimpinan FST PTKIN untuk memperluas kolaborasi akademik, riset, dan inovasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Saat ini FST di lingkungan PTKIN menaungi berbagai program studi strategis, seperti Biologi, Fisika, Kimia, Matematika, Agribisnis, Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Teknik Pertambangan, Teknik Arsitektur, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Sains Data, dan Sains Biomedis.
Dekan FST UIN Walisongo Semarang Prof Fatah Syukur menyampaikan bahwa Fordek FST 2026 diikuti oleh 186 peserta, terdiri atas dekan, wakil dekan, ketua program studi, dan kepala laboratorium terpadu bidang sains dan teknologi dari PTKIN di seluruh Indonesia.
Menurut dia, forum tersebut menjadi momentum penting mengevaluasi perjalanan FST di lingkungan PTKIN, sekaligus merumuskan berbagai terobosan agar pendidikan tinggi sains dan teknologi semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia industri, dan perkembangan ilmu pengetahuan global.
"Karena itulah Fordek FST 2026 mengangkat tiga isu utama, yakni Good University Governance, Hilirisasi Riset, dan Integrasi Sains-Islam," katanya.
Ia menambahkan, tema tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh FST PTKIN untuk terus menjadi lokomotif pengembangan keilmuan yang mengintegrasikan sains dan Islam.
"Corong integrasi ilmu di PTKIN sesungguhnya berada di FST, karena di sinilah rumah bagi berbagai program studi sains dan teknologi. Oleh karena itu, FST harus terus menjadi penggerak pengembangan ilmu yang integratif," katanya.
Sementara itu, Ketua Fordek FST PTKIN Dr. Muhammad Isnaeni menilai Fordek bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis untuk memperkuat arah pengembangan Fakultas Sains dan Teknologi di lingkungan PTKIN.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.