Depok (ANTARA) - Apa jadinya jika seseorang yang pernah kita sakiti ternyata tidak pernah melupakan peristiwa tersebut? Pertanyaan inilah yang menjadi sumber teror dalam PAKET SANTET, film horor terbaru produksi BASE Entertainment yang disutradarai Dinna Jasanti.
Film yang memadukan santet, misteri, gore, dan teror psikologis ini membawa penonton ke dalam kisah tujuh mahasiswa yang harus berhadapan dengan konsekuensi dari masa lalu mereka.
PAKET SANTET mengisahkan Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Ekaputri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri).
Kehidupan mereka berubah setelah satu per satu menerima paket misterius yang ternyata menjadi awal dari teror mematikan. Bukan sekadar kiriman biasa, paket tersebut membawa ancaman yang membuat mereka harus berhadapan dengan sesuatu yang tidak kasatmata.
Teror semakin mengerikan ketika satu per satu korban mulai berjatuhan. Ketujuh mahasiswa tersebut akhirnya menyadari bahwa mereka bukan dipilih secara acak.
Ada seseorang yang menyimpan luka dan dendam dari masa lalu.
Berawal dari Hal yang Dianggap Sepele
Menariknya, PAKET SANTET tidak hanya mengandalkan teror supranatural. Film ini juga mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan anak muda, yakni pertemanan, candaan, perundungan, serta luka yang mungkin dianggap sepele oleh orang yang melakukannya.
Apa yang bagi seseorang hanya sebuah candaan atau kesalahan kecil, ternyata bisa menjadi luka mendalam bagi orang lain.
Ketika luka tersebut tidak pernah diselesaikan, dendam pun dapat tumbuh dan berubah menjadi ancaman.
“PAKET SANTET berangkat dari sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian. Dari tindakan sederhana seperti menerima sebuah paket kemudian membawa kita ke pertanyaan yang lebih jauh, bagaimana jika orang yang pernah kita sakiti ternyata tidak pernah melupakan apa yang terjadi?” ujar Produser BASE Entertainment, Shanty Harmayn.
Menurut Shanty, film ini tidak hanya dibuat untuk memberikan ketakutan kepada penonton, tetapi juga menghadirkan sudut pandang yang membuat penonton berpikir mengenai dampak dari setiap tindakan terhadap orang lain.
Fatih Unru: Candaan Bisa Menjadi Luka
Fatih Unru yang memerankan Deva mengaku karakter tersebut membuatnya kembali melihat berbagai hal kecil dalam hubungan pertemanan.
“PAKET SANTET membuat saya berpikir ulang tentang hal-hal kecil dalam pertemanan yang sering kita anggap sudah selesai. Candaan, sikap, atau momen yang mungkin bagi kita sudah dilupakan, ternyata bisa menjadi luka bagi orang lain,” kata Fatih.
Ia juga melihat isu perundungan sebagai salah satu bagian penting dalam cerita.
“Perundungan tidak selalu datang dalam bentuk besar dan terlihat. Kadang justru hal kecil yang kita anggap sepele bisa meninggalkan luka paling lama,” lanjutnya.
PAKET SANTET ditulis oleh Obe Karel, Titien Wattimena, dan Ambaridzki Ramadhantyo. Film ini diproduseri Shanty Harmayn bersama Aoura Lovenson Chandra dan Tanya Yuson.
Dengan menggabungkan teror santet, misteri, gore, dan konflik pertemanan, PAKET SANTET menawarkan horor yang tidak hanya mengandalkan kejutan, tetapi juga menghadirkan pertanyaan tentang konsekuensi dari perbuatan di masa lalu.
Sebab, sesuatu yang dianggap sudah selesai belum tentu benar-benar berakhir.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.