Film Istimewa gelar cinema visit di Solo, usung pesan inklusivitas dan kesetaraan
Jumat, 14 Agustus 2026 11:59 WIB
Producer film Istimewa Abdullah Mansuri memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Rumah produksi Kairos Pictures menggelar kegiatan cinema visit untuk film terbarunya berjudul "Istimewa" di Grand XXI Solo Paragon Mall, Jawa Tengah, Kamis (13/8).
Kota Solo menjadi titik ketiga dalam rangkaian roadshow film ini setelah sebelumnya menyambangi Bandung dan Semarang.
Film yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026 mendatang ini mengangkat kisah perjuangan anak-anak penyandang disabilitas di panti Rumah Istimewa.
Sutradara merajut konflik cerita saat pengasuh mereka, Pak Mahendra (diperankan Mathias Muchus), pergi secara diam-diam setelah terdiagnosis mengidap kanker. Kepergian tersebut memicu anak-anak panti bersama Mbak Kinan (Yanni Melwani) melakukan perjalanan emosional untuk mencari sosok ayah mereka.
Dalam perjalanannya, mereka bertemu dengan sejumlah tokoh seperti Bagas (Ajil Ditto) dan Aji (Agus Kuncoro), hingga akhirnya dipertemukan dengan Ella, seorang anak difabel yang membawa mereka dikenal luas melalui pertunjukan parodi wayang orang hingga menjadi viral.
Dalam ajang cinema visit di Solo, hadir produser Abdullah Mansuri beserta jajaran pemeran, di antaranya Yanni Melwani, Prija Iska (Priijay), dan Bambang Ceper untuk menyapa langsung para penonton.
Produser film "Istimewa", Abdullah Mansuri yang akrab disapa Ayah Mans mengungkapkan alur cerita film ini diangkat dari pengalaman pribadinya sebagai orang tua dari anak penyandang disabilitas.
"Ini kisah nyata dan terjadi pada diri saya. Saya bersyukur sekarang mendampingi lebih dari 5.000 anak disabilitas. Di Indonesia ada sekitar 22 juta anak disabilitas yang masih kerap mengalami perundungan, bahkan tidak diakui oleh orang tuanya sendiri," ujar Abdullah.
Ia berharap kehadiran film ini dapat mengikis stigma negatif dan pandangan diskriminatif yang selama ini melekat di masyarakat terhadap kelompok disabilitas.
"Mimpinya sederhana, semoga tidak ada lagi yang meremehkan anak-anak disabilitas atau menganggap mereka sebagai beban dan kutukan. Semoga film ini membawa kebaikan untuk kita semua," tuturnya.
Sementara itu, salah satu pemain Bambang Ceper, membagikan keseruannya selama proses pengambilan gambar yang dinilainya berjalan lancar berkat persiapan matang dan latihan intensif selama satu bulan.
Bambang juga menyampaikan pesan moral mendalam agar para penyandang disabilitas di Indonesia tetap percaya diri dan pantang menyerah.
"Tetap semangat karena di mata Tuhan kita semua sama. Walaupun kita memiliki perbedaan fisik atau kondisi, kita pasti bisa menunjukkan kemampuan terbaik," kata Bambang.
Film "Istimewa" tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga membawa misi sosial terkait pentingnya nilai keluarga, persahabatan, pengampunan, serta kesetaraan hak dan kesempatan bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.