Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:28 WIB
VIVA – FIFA beri kabar gembira untuk sepakbola Indonesia. Larangan suporter tandang yang selama ini diberlakukan dicabut mulai kompetisi Super League 2026/2027.
Hal itu disampaikan Direktur Utama I.League, Ferry Paulus.
Baca Juga
Dengan demikian, pendukung tim tamu kembali diperbolehkan hadir di stadion. Ferry menyebut, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan atmosfer kompetisi sekaligus meningkatkan daya saing sepak bola nasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Larangan suporter away sebelumnya diterapkan sejak 2022 setelah Tragedi Kanjuruhan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari proses transformasi sepak bola Indonesia di bawah pengawasan FIFA.
Baca Juga
Setelah melalui perjalanan panjang, I.League akhirnya mengajukan proposal kepada FIFA untuk membuka kembali akses suporter tim tamu. FIFA kemudian memberikan persetujuan dengan sejumlah catatan.
"Ya, ini merupakan perjalanan panjang yang terus kami jalankan, terutama dalam satu tahun terakhir. Kalau dikaitkan dengan suporter, bisa dibilang selama ini aktivitasnya sangat minim," kata Ferry kepada awak media di Kantor I.League, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Baca Juga
"Kami sudah menyampaikan proposal dan purpose kami kepada FIFA, kemudian FIFA memberikan restu dengan catatan suporter klub juga harus mematuhi segala hal yang sudah kami sampaikan kepada seluruh klub," lanjutnya.
Ferry menegaskan, kebijakan tersebut tidak berarti suporter bebas melakukan apa pun ketika datang ke markas lawan. Ada sejumlah aturan dan batasan yang wajib dipatuhi.
"Ada batasan-batasan yang harus dipatuhi dan larangan-larangan yang harus dijaga. Dengan demikian, keberadaan suporter away ini bisa terus berjalan," ujarnya.
Kembalinya suporter tandang memang menjadi angin segar. Namun, Ferry menegaskan kebijakan tersebut tidak berlaku mutlak untuk seluruh pertandingan.
Laga dengan tingkat rivalitas tinggi tetap berpotensi digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Beberapa pertandingan yang masuk kategori tersebut antara lain duel Persija Jakarta melawan Persib Bandung serta pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Arema FC. Untuk laga-laga yang dinilai memiliki potensi gesekan tinggi, suporter away bisa kembali dilarang hadir.
"Memang digarisbawahi, khusus untuk klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi atau terdapat indikasi berdasarkan informasi intelijen, pertandingan tertentu dapat melarang kehadiran suporter away," kata Ferry.
Halaman Selanjutnya
"Contohnya seperti Arema FC melawan Persebaya atau Persija melawan Persib. Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir," sambungnya.