
FIFA tidak mengubah arah setelah mendapat gelombang penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola. Badan sepak bola dunia itu memastikan rencana membentuk perusahaan komersial yang membuka peluang bagi investor swasta tetap dilanjutkan, meski UEFA bahkan mengancam memboikot kompetisi FIFA jika proyek tersebut diteruskan.
Lewat pernyataan resminya pada Jumat, FIFA menilai proses konsultasi yang sedang berjalan sempat terganggu akibat informasi yang disebut tidak akurat di berbagai pemberitaan. Karena itu, FIFA ingin seluruh asosiasi anggotanya mengambil keputusan berdasarkan fakta yang telah diverifikasi.
FIFA Tegaskan Tidak Menjual Sepak Bola
FIFA membantah anggapan bahwa mereka sedang menjual aset sepak bola kepada pihak swasta. Organisasi yang bermarkas di Zurich, Swiss, itu menegaskan tidak pernah memiliki niat melepas kendali atas olahraga paling populer di dunia tersebut.
Mereka juga mengaku telah mendengar berbagai kritik, terutama dari UEFA dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF).
Dalam keterangannya, FIFA kembali menegaskan komitmen menjalankan proses konsultasi yang terbuka dan demokratis agar seluruh 211 asosiasi anggota dapat memberikan sikap setelah memperoleh informasi yang lengkap.
UEFA dan CONCACAF Menolak
Penolakan paling keras datang dari UEFA. Sebanyak 55 asosiasi anggota konfederasi Eropa itu secara bulat mengancam tidak akan mengikuti kompetisi FIFA pada masa mendatang apabila rencana tersebut tidak dibatalkan.
BACA JUGA:
Sikap serupa juga diambil CONCACAF yang beranggotakan 41 asosiasi sepak bola dari Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia. Mereka secara terbuka menyatakan menolak proposal tersebut.
Respons berbeda datang dari kawasan lain. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyayangkan rencana itu dipublikasikan sebelum para anggotanya diajak berkonsultasi. Adapun Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memilih pendekatan yang lebih hati-hati dengan meminta seluruh anggotanya mempelajari dan mengevaluasi proposal FIFA terlebih dahulu.
Target Dana Pengembangan Mencapai Rp170 Triliun
Melalui proyek ini, FIFA ingin meningkatkan dana pengembangan sepak bola menjadi sekitar Rp170 triliun dalam empat tahun ke depan.
Untuk mencapainya, FIFA akan membentuk perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Investor swasta nantinya diperbolehkan memiliki sekitar 20 persen saham perusahaan tersebut. FIFA berharap langkah ini mampu menghimpun dana hingga sekitar Rp68 triliun, berdasarkan valuasi perusahaan yang diperkirakan mencapai Rp340 triliun.
FIFA menegaskan kendali penuh atas perusahaan baru itu tetap berada di tangan mereka. Organisasi tersebut juga memastikan kewenangan terkait tata kelola sepak bola, penyelenggaraan kompetisi, kalender pertandingan, hingga regulasi tetap sepenuhnya menjadi hak FIFA.
Apabila proyek ini mendapat persetujuan, setiap dari 211 asosiasi anggota FIFA akan menerima pembayaran satu kali sekitar Rp324 miliar pada awal 2027. Selain itu, alokasi dana tahunan untuk periode 2027-2030 juga akan meningkat dari sekitar Rp130 miliar menjadi Rp324 miliar per tahun.
- TAGS
- FIFA