Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) - Festival Rontek Pacitan 2026 masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang akan digelar selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juli mendatang dengan melibatkan 16 peserta serta satu peserta ekshibisi.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan Adetya Wicaksana Putra di Pacitan, Jatim, Kamis, mengatakan, masuknya Festival Rontek dalam KEN menjadi pengakuan atas potensi budaya daerah sekaligus diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata.

"Festival Rontek kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara. Ini menjadi tahun keempat sejak pertama kali masuk KEN pada 2023," katanya.

Ia menjelaskan festival tahun ini diikuti 12 perwakilan kecamatan serta empat perwakilan jenjang pendidikan, yakni SMP, SMA, SMK, dan madrasah aliyah (MA).

Pada hari pertama, panitia menjadwalkan penampilan peserta ekshibisi dari tingkat SMP bersama empat peserta dari kecamatan, yakni Kebonagung, Tegalombo, Ngadirojo, dan Pacitan.

Hari kedua akan diisi penampilan perwakilan SMK, MA, serta peserta dari Kecamatan Nawangan, Tulakan, Sudimoro, dan Arjosari.

Pada hari terakhir akan tampil perwakilan SMA, SRMA, serta peserta dari Kecamatan Pringkuku, Punung, Bandar, dan Donorojo.

Adetya mengatakan Festival Rontek tahun ini menghadirkan konsep baru berupa panggung berjalan yang untuk pertama kalinya menjadi salah satu komponen penilaian.

"Panggung berjalan diharapkan mengembalikan marwah Rontek sebagai seni pertunjukan yang dinamis sehingga peserta dapat menampilkan atraksi sepanjang rute pawai," ujarnya.

Dua panggung tetap berada di titik start depan Pendopo Kabupaten Pacitan dan titik finis di depan Tanjung Pinang Motor, sedangkan panggung berjalan berada di sepanjang ruas jalan dari SMP Negeri 2 Pacitan hingga Perempatan Penceng.

Panitia menyiapkan lima dewan juri yang terdiri atas empat juri dari luar Kabupaten Pacitan dan satu juri lokal.

Ia berharap penyelenggaraan Festival Rontek 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata Kabupaten Pacitan.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.