Festival Budaya Lembah Baliem ajang promosi budaya Papua Pegunungan

Sabtu, 8 Agustus 2026 16:29 WIB

Image Print

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh (kiri) menghadiri Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Jumat (7/8/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026 merupakan ajang untuk mempromosikan seni dan budaya Papua Pegunungan.

Menurut dia, festival yang diadakan di Kabupaten Jayawijaya dari 7 sampai 8 Agustus 2026 itu menghadirkan ruang untuk memperkenalkan budaya Papua Pegunungan kepada khalayak luas, termasuk wisatawan mancanegara.

Sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu, Ni Luh mengatakan bahwa Lembah Baliem memiliki kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang terjaga.

Kekayaan itu bisa menjadi modal untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik bagi wisatawan yang mengunjungi wilayah Provinsi Papua Pegunungan.

Festival Budaya Lembah Baliem masuk dalam daftar Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, menegaskan posisinya sebagai salah satu festival budaya unggulan yang mampu mendukung peningkatan daya saing pariwisata nasional.

Ni Luh mengatakan bahwa festival seni dan budaya lokal itu membuka peluang bagi para pelaku seni; pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); serta pengusaha akomodasi, transportasi, serta kuliner.

"Seni dan pariwisata memiliki kekuatan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.

"Dampaknya bisa dirasakan tidak hanya oleh pemerintah dan masyarakat, tetapi juga pelaku seni budaya, UMKM, penyedia akomodasi dan transportasi, hingga usaha makanan dan minuman," ia menjelaskan.

Selama mengunjungi Jayawijaya, Wakil Menteri Pariwisata juga berdialog dengan warga mengenai upaya penguatan sanggar seni dan budaya di daerah.

Dia menyatakan bahwa Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Koperasi akan berkolaborasi untuk mendukung penguatan ekosistem seni dan budaya serta pembukaan peluang ekonomi bagi pelaku seni.

"Bersama Kementerian Koperasi, kami berkomitmen berkolaborasi agar sanggar-sanggar tersebut terus berkembang, mampu mempertahankan tradisi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pemerintah membantu memberdayakan pelaku seni melalui pengembangan usaha ekonomi berbasis koperasi.

"Selain itu, produk-produk unggulan seperti Kopi Wamena dan berbagai komoditas potensial lainnya juga akan kami kembangkan melalui penguatan skala ekonomi koperasi sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," katanya.

Bupati Jayawijaya Athenius Murip mengatakan, Festival Budaya Lembah Baliem menghadirkan momentum untuk menjaga warisan budaya masyarakat Papua Pegunungan dan memperkenalkannya kepada khalayak luas.

Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival seni dan budaya secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan usaha pariwisata dan mendatangkan lebih banyak manfaat ekonomi bagi masyarakat daerah.

Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026