Kota Bandung (ANTARA) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) menjadi momentum untuk mempertahankan siaran terestrial di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Radio Republik Indonesia adalah Lembaga Penyiaran Publik yang berperan sebagai lender of the last resort atau tumpuan terakhir. Bagaimanapun juga, RRI tidak boleh meninggalkan siaran terestrial,” ujar Farhan di Bandung, Jumat.
Ia mengatakan selain mempertahankan siaran terestrial, RRI juga perlu terus mengembangkan layanan berbasis digital karena dinilai penting karena infrastruktur digital saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari arus informasi masyarakat, termasuk di Kota Bandung.
Farhan menilai RRI tidak harus melakukan perubahan mendasar, tetapi perlu menjaga konsistensi dan keberlanjutan layanan kepada masyarakat.
“Menurut saya, tidak ada yang perlu diperbaiki secara mendasar. Arah perkembangan RRI sudah tepat. Kita membutuhkan RRI yang stabil, konsisten, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan RRI memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh informasi, terutama ketika terjadi kondisi darurat atau bencana.
Selain penguatan fungsi penyiaran, ia juga mendorong agar keberadaan RRI di Kota Bandung dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem seni dan budaya, khususnya musik.
“Namun, ada satu hal yang ingin saya dorong. Saya sedang menjajaki kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan agar Auditorium RRI Kota Bandung kembali menjadi salah satu pusat kegiatan festival musik,” ucapnya.
Tidak hanya festival musik, Farhan menyebut terdapat pembahasan mengenai kemungkinan pengembangan museum musik di Kota Bandung. Museum tersebut direncanakan berada di lingkungan RRI Kota Bandung.
“Bahkan sedang dibahas kemungkinan pengembangan museum musik di Kota Bandung. Anggaran untuk hal ini sudah tersedia, dan rencananya akan berlokasi di lingkungan RRI,” katanya.
Dirinya berharap pengembangan tersebut dapat memperkuat peran RRI tidak hanya sebagai lembaga penyiaran publik, tetapi juga sebagai bagian dari ruang kebudayaan dan ekosistem musik di Kota Bandung.
“Dengan demikian, keberadaan RRI diharapkan tetap relevan di tengah perubahan teknologi, sekaligus mampu menjalankan fungsi pelayanan publik melalui siaran terestrial, platform digital, serta kegiatan edukasi dan kebudayaan,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.