Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:00 WIB
VIVA – Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memasukkan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ke dalam daftar nominasi penghargaan AFC Member Association of the Year 2026 kategori Gold memicu gelombang kritik dari publik dan jurnalis internasional.
Baca Juga
Langkah AFC tersebut menuai sorotan tajam karena FAM sebelumnya terbukti tersangkut skandal pemalsuan dokumen kewarganegaraan tujuh pemain naturalisasi yang berujung sanksi berat dari FIFA dan AFC.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pengumuman nominasi penganugerahan tersebut dirilis menjelang acara penyerahan penghargaan yang dijadwalkan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 19 November mendatang. Pada kategori Gold, FAM bersaing dengan Asosiasi Sepak Bola Hong Kong (HKFA) dan Federasi Sepak Bola Seluruh India (AIFF).
Baca Juga
Pencalonan federasi sepak bola Malaysia itu langsung memicu reaksi keras karena rekam jejak kasus pada September 2025. Saat itu, investigasi FIFA membuktikan ketujuh pemain naturalisasi Malaysia—termasuk Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, hingga Hector Alejandro Hevel Serrano—tidak memiliki garis keturunan dari kakek atau nenek mereka sebagaimana klaim yang diajukan.
Atas temuan pemalsuan dokumen tersebut, banding Malaysia di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) ditolak. FIFA tetap menjatuhkan hukuman denda miliaran rupiah dan larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama satu tahun bagi ketujuh pemain. AFC juga menganulir kemenangan Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027, yang mengakibatkan skuad Harimau Malaya gagal melangkah ke putaran final turnamen tersebut.
Baca Juga
Masuknya nama FAM ke dalam panggung penghargaan AFC pun mempertanyakan transparansi dan tata kelola sepak bola Asia. Jurnalis ESPN India, Aaditya Narayan, menyebut pencalonan Malaysia tidak masuk akal mengingat berbagai pelanggaran yang dilakukan federasi tersebut selama setahun terakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kritik senada disampaikan jurnalis investigasi Prancis, Romain Molina, yang mempertanyakan kelayakan FAM dinominasikan sebagai asosiasi terbaik setelah terbukti memalsukan dokumen pemain.
Selain kategori Gold, penghargaan untuk kategori Member Association tersebut juga terbagi dalam tingkatan Platinum, Diamond, dan Ruby. Di sisi lain, Indonesia turut mengamankan satu nominasi dalam penganugerahan ini pada kategori Bronze untuk penghargaan pengembangan sepak bola akar rumput (grassroots), bersaing dengan Kamboja dan Myanmar.
FAM Kena Gocek Kapten Liga Belanda! Mengaku Berdarah Malaysia hingga Dikirimi Surat, Ternyata Di-Prank
FAM kena gocek Sem Scheperman setelah kapten Heracles itu bercanda mengaku berdarah Malaysia. Candaan tersebut bahkan membuat FAM mengirim surat ke klubnya.
VIVA.co.id
17 Oktober 2026