Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong kerja sama teknologi antara perusahaan minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri dengan perusahaan migas AS untuk mencapai lifting minyak 1 juta barel per hari.
“Kami lihat kolaborasi antar perusahaan multinasional dan juga di dalam negeri, seperti Pertamina Hulu Energi, kami akan dorong bagaimana kolaborasi di antara mereka,” ucap Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat.
Yuliot menyampaikan bahwa dalam kunjungannya ke G20 Energy Abundance Ministerial Meeting di Houston, Texas, Amerika Serikat, pada pertengahan September 2026, ia sempat bertandang ke ExxonMobil.
Adapun yang menjadi sorotan Yuliot adalah infrastruktur dan teknologi yang dimiliki oleh perusahaan migas asal Amerika Serikat tersebut. Yuliot menyampaikan teknologi ExxonMobil bisa menganalisis data 40 terabyte (TB) dalam satu detik.
Oleh karena itu, ia meyakini teknologi ExxonMobil dapat digunakan untuk menganalisis data potensi wilayah kerja (WK) migas di Indonesia sebesar 200 TB dalam waktu kurang dari 1 menit.
“Mereka memiliki super komputer untuk mengolah data-data, sudah tidak manual lagi. Jadi, ini membuka kesempatan juga kalau ada wilayah kerja yang kita miliki, yang siap ditawarkan, bagaimana analisis datanya, kemudian pembacaan di super komputer,” ucap Yuliot.
Yuliot meyakini kerja sama teknologi tersebut berguna untuk memetakan potensi migas di dalam negeri, sehingga sejalan dengan rencana peningkatan produksi minyak hingga tahun 2030 sebesar 1 juta barel per hari.
“Sehingga 1 juta barel itu bisa kita capai,” ucap Yuliot.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan lifting minyak bumi naik menjadi 612.500 barel per hari pada 2027, dari target 610 ribu barel per hari pada 2026.
Pada 2027, tutur Bahlil, akan ada penambahan sumur minyak di beberapa wilayah. Salah satunya adalah sumur minyak di wilayah Madura yang akan digarap oleh Petronas, perusahaan minyak, gas, dan energi nasional milik pemerintah Malaysia.
Selain itu, lanjut Bahlil, akan ada penambahan produksi minyak dari sumur-sumur yang menggunakan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).
“Terus ada juga beberapa potensi penambahan sumur kita yang ada di Sumatera. Saya pikir, insyaallah doakan saja mudah-mudahan nggak ada masalah di sektor listrik atau pipa,” kata Bahlil.
Baca juga: Menteri Bahlil target lifting minyak naik jadi 612.500 barel per hari
Baca juga: DPR soroti "cost recovery" migas 2027 sebesar 10,1 miliar dolar AS
Baca juga: Kementerian ESDM catat produksi minyak capai 578 ribu barel/hari
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.