Jakarta, CNBC Indonesia - Moskow memperingatkan NATO bahwa peningkatan aktivitas militer di sekitar eksklave Rusia, Kaliningrad, dapat meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung antara kedua pihak. Peringatan itu muncul setelah Polandia menyerukan penguatan pasukan NATO di dekat wilayah tersebut.

Kedutaan Besar Rusia di Belgia menyatakan Moskow bertekad melindungi Kaliningrad dengan seluruh persenjataan yang tersedia.

Pernyataan itu merespons Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski yang sebelumnya mengatakan bahwa "hampir tidak ada pasukan" Rusia di Kaliningrad dan meminta NATO meningkatkan postur militernya agar Moskow "tidak yakin dengan apa yang akan kami lakukan."

Pilihan Redaksi

  • Perang Iran Ubah Permainan Pasar, Minyak Kini Kendalikan Obligasi AS
  • Update Perang AS-Iran: Trump Ancam Ledakan Iran, Beri Waktu Mepet
  • Breaking! China Setop Keran Ekspor BBM

Juru bicara NATO Allison Hart mengonfirmasi pihaknya telah menerima pesan Rusia tersebut. "Kami mengecam keras ancaman penggunaan kekuatan, termasuk retorika nuklir apa pun yang tidak bertanggung jawab," kata Hart.

Moskow sendiri berulang kali membantah tudingan bahwa Rusia berencana menyerang NATO sebelum akhir dekade ini. Kremlin menyebut peringatan mengenai potensi serangan Rusia sebagai bentuk hasutan perang yang digunakan untuk mendorong peningkatan belanja pertahanan negara-negara anggota aliansi.

Sebaliknya, Rusia menilai peningkatan aktivitas militer NATO dapat menciptakan kondisi menuju serangan terhadap wilayahnya. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bahkan berulang kali memperingatkan bahwa konflik langsung dengan NATO akan berlangsung sangat singkat, dalam pernyataan yang mengacu pada kemungkinan penggunaan senjata nuklir.

Ancaman tersebut kembali mengemuka setelah Kedutaan Besar Rusia di Irlandia menyatakan bahwa Moskow siap menggunakan senjata nuklir jika NATO berupaya memblokade Kaliningrad. Rusia juga disebut dapat mempertimbangkan tindakan militer preventif jika menghadapi situasi krisis semacam itu.

Di sisi lain, isu nuklir juga menjadi bagian dari pembahasan pertahanan NATO. Prancis telah menawarkan pembicaraan mengenai kemungkinan penempatan senjata nuklirnya di negara-negara NATO Eropa lainnya, sementara dalam skema saat ini bom nuklir Amerika Serikat disimpan di sejumlah negara Eropa dan pasukan negara non-nuklir dilatih untuk misi yang melibatkan penggunaannya.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membela peringatan Rusia tersebut. "Wajar bagi para diplomat kami untuk mencoba mengingatkan pihak-pihak yang berpikiran gegabah di Eropa mengenai dokumen-dokumen doktrin kami," kata Peskov, menanggapi retorika yang muncul dari Polandia dan sejumlah negara Eropa lainnya.

(tfa/luc) [Gambas:Video CNBC]