Jakarta -
Indonesia memiliki posisi geologi yang unik. Berada di pertemuan empat lempeng tektonik aktif membuat wilayah Indonesia dianugerahi kekayaan sumber daya alam, tetapi sekaligus menghadapi berbagai ancaman bencana geologi.
Hal tersebut disampaikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui unggahan di akun Instagram resminya. Dalam unggahan tersebut, Badan Geologi menjelaskan posisi Indonesia yang berada pada pertemuan Lempeng Eurasia, Indo-Australia, Pasifik, dan Laut Filipina.
"Indonesia menempati posisi penting dari sudut pandang geotektonik, karena berada pada pertemuan empat lempeng tektonik aktif dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Laut Filipina," tulis Badan Geologi seperti dikutip dari akun @badan.geologi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat lempeng tersebut terus bergerak dan berinteraksi. Pergerakan inilah yang kemudian membentuk struktur geologi Indonesia sekaligus memengaruhi kondisi alam di berbagai wilayah. Badan Geologi menyebut interaksi antarlempeng tersebut menghasilkan pola struktur geologi yang khas, dengan dampak positif sekaligus negatif.
"Jadi... posisi geotektonik Indonesia merupakan anugerah sekaligus tantangan," lanjut Badan Geologi.
Dalam infografik yang dibagikan, Badan Geologi juga memperlihatkan kecepatan pergerakan keempat lempeng yang memengaruhi Indonesia. Lempeng Eurasia bergerak ke arah tenggara sekitar 0,4 cm per tahun. Sementara Lempeng Indo-Australia bergerak ke utara sekitar 7 cm per tahun.
Adapun Lempeng Pasifik bergerak ke arah barat sekitar 11 cm per tahun, sedangkan Lempeng Laut Filipina bergerak ke arah barat laut sekitar 8 cm per tahun. Data mengenai interaksi empat lempeng tersebut juga tercantum dalam kajian Badan Geologi mengenai gempa bumi merusak di Indonesia. Interaksi lempeng membentuk berbagai sumber gempa, termasuk zona penunjaman dan sesar aktif.
Pergerakan tersebut berlangsung dalam skala geologi dan tidak berarti setiap pergerakan langsung menghasilkan gempa. Namun, interaksi antarlempeng menjadi salah satu faktor utama yang membentuk kondisi tektonik aktif Indonesia.
Kekayaan Geologi di Balik Gempa
Menariknya, kondisi tektonik yang sama juga memberikan berbagai keuntungan bagi Indonesia. Badan Geologi mencantumkan sedikitnya lima anugerah geologi yang berkaitan dengan proses tektonik.
Pertama adalah cekungan migas, yang menjadi tempat terbentuk dan terakumulasinya minyak serta gas bumi. Kedua, energi panas bumi. Aktivitas geologi dan vulkanisme menyediakan sumber panas yang dapat dimanfaatkan sebagai energi.
Ketiga adalah jalur mineralisasi, yang berpotensi menghasilkan berbagai mineral logam maupun nonlogam. Keempat, aktivitas vulkanik membentuk tanah subur dari material hasil erupsi dan proses geologi lainnya. Kelima, proses geologi selama jutaan tahun turut menghasilkan bentang alam bernilai wisata, mulai dari pegunungan hingga berbagai lanskap khas Indonesia.
"Satu tatanan tektonik, beragam sumber daya untuk dimanfaatkan," Badan Geologi merangkumnya.
Secara lebih luas, Badan Geologi juga menjelaskan bahwa pertemuan empat lempeng di Indonesia membentuk cekungan, jalur magmatik, jalur gunung api, struktur geologi, sekaligus sumber daya geologi.
Empat Bahaya Utama Mengintai
Namun, ada konsekuensi lain dari posisi tersebut. Badan Geologi mengingatkan bahwa tektonik aktif juga menjadi sumber berbagai bahaya geologi. Dalam infografik keduanya, terdapat empat bahaya utama yang disorot, yakni gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, dan gerakan tanah.
Gempa bumi berkaitan dengan aktivitas tektonik. Sementara tsunami dapat terjadi akibat gangguan besar di laut, salah satunya gempa bumi bawah laut. Adapun letusan gunung api berkaitan dengan aktivitas vulkanik, sedangkan gerakan tanah dapat terjadi terutama di kawasan dengan kondisi lereng yang rentan.
Badan Geologi juga mencantumkan sejumlah kejadian besar sebagai gambaran dampaknya, yakni tsunami Aceh 2004, gempa Nias 2005, gempa Lombok 2018, serta gempa dan tsunami Palu 2018. Selain empat bahaya utama tersebut, terdapat pula bahaya geologi lain seperti erosi, penurunan tanah, sedimentasi, serta semburan lumpur atau gas.
Badan Geologi menekankan pentingnya kewaspadaan dan mitigasi karena gempa serta tsunami dapat terjadi dengan cepat dan memiliki tanda awal yang terbatas.
"Gempa dan tsunami termasuk bahaya yang paling mematikan. Terjadi cepat, tanda awal terbatas," Badan Geologi memperingatkan.
Karena itu, pembangunan dan pemanfaatan wilayah perlu mempertimbangkan kondisi geologi setempat. Badan Geologi menyebut kewaspadaan dan mitigasi yang kuat dapat membantu mengurangi risiko.
Dalam kajian resminya, Badan Geologi juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan wilayah dengan sumber gempa yang terbentuk akibat interaksi empat lempeng. Zona penunjaman membentang antara lain dari barat Sumatera, selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, serta sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.
Badan Geologi sebelumnya juga menegaskan bahwa bencana geologi belum dapat diramalkan secara pasti terkait waktu, lokasi, dan besar kekuatannya, sehingga peningkatan mitigasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risikonya.
(rns/rns)
TAGS
LIHAT LAINNYA