ILUSTRASI. Burhan, Ketua Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro (KONTAN/Ferry Saputra)
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai ekuitas industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) mencapai Rp 655,20 miliar per Agustus 2026. Nilainya turun 2,34% secara Year on Year (YoY).
Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Indonesia (Aslindo) menilai penurunan ekuitas industri terjadi karena adanya LKM yang mengalami rugi.
"Hal itu bisa jadi karena pembentukan biaya cadangan Penyisihan Penghapusan Piutang (PPP) tinggi yang disebabkan tingkat kredit macet meningkat tajam," ungkap Ketua Umum Aslindo Burhan kepada Kontan, Sabtu (10/10/2026).
Meski tercatat mengalami penurunan, Burhan optimistis ekuitas industri LKM bisa meningkat mulai kuartal IV-2026. Menurutnya, peningkatan ekuitas bagi LKM menjadi sesuatu hal yang sangat penting guna menjaga keberlangsungan operasional.
Baca Juga: OJK Catat 136 LKM Berbadan Hukum Koperasi dan 99 PT per Agustus 2026
Burhan bilang ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan LKM untuk meningkatkan ekuitas. Dia menyebut upayanya berupa penambahan setoran modal dari pemegang saham, serta penyisihan laba tahun berjalan untuk masuk cadangan umum bagi LKM berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT).
Lebih lanjut, Burhan menyampaikan LKM perlu mewaspadai sejumlah faktor yang bisa menurunkan ekuitas ke depannya. Dia bilang salah satu faktornya adalah tingkat kredit macet yang tinggi, sehingga terbentuk biaya cadangan PPP yang besar. Hal itu bisa saja akan menggerus laba dan modal.
"Selain itu, biaya operasional tinggi yang dapat berakibat rugi, serta biaya lainnya yang berlebih dan kurang diperhitungkan sehingga beban terlalu tinggi. Ditambah, kredit yang tidak tumbuh sementara biaya makin tinggi," ujar Burhan.
Baca Juga: Bank INA Tawarkan Bunga Deposito Binadigital hingga 8,5% untuk Promo 10.10
Terkait kinerja industri, OJK mencatat, nilai simpanan LKM mencapai Rp 0,63 triliun atau Rp 630 miliar per Agustus 2026, atau tumbuh 7,70% secara YoY.
OJK juga mencatat, nilai aset industri LKM per Agustus 2026 mencapai Rp 1,65 triliun, atau tumbuh 3,14% YoY. Adapun penyaluran pinjaman LKM per Agustus 2026 mencapai Rp 1,05 triliun, atau mengalami kontraksi 0,33% YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- Lembaga Keuangan Mikro
- Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro