Jakarta (ANTARA) - Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif Luat Sihombing mengatakan pasar global yang mengonsumsi produk gim Indonesia dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi negara melalui ekspor produk digital.
Luat mengatakan berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), nilai kontribusi gim lokal pada 2024 tercatat sekitar Rp750 miliar dengan peluang pasar global yang mencapai sekitar 8 miliar orang.
“Rp700-an miliar tadi itu tidak dikonsumsi di lokal saja, tapi juga justru kebanyakan di global. Hal ini menunjukkan bahwa industri gim Indonesia memiliki peluang untuk berkembang sebagai salah satu produk ekspor ekonomi kreatif,” kata Luat dalam acara peluncuran Nintendo Switch, di Jakarta, Selasa.
Luat mengatakan pertumbuhan industri gim diproyeksikan 18,22 persen yang merupakan gabungan subsektor aplikasi dan gim. Sementara itu, jika melihat pasar gim secara umum di Indonesia, pertumbuhannya cenderung berada di kisaran 4 persen per tahun dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengatakan potensi industri gim Indonesia tidak hanya berasal dari pasar domestik, tetapi juga dari pasar global yang dapat mendorong ekspor produk digital.
Sebagai contoh, ada gim yang dikembangkan di Indonesia tetapi hanya sekitar 30 persen konsumennya berasal dari pasar domestik, sementara 70 persen lainnya berasal dari luar negeri. Kondisi ini menunjukkan bahwa gim dapat menjadi produk ekspor digital yang potensial.
Untuk itu pemerintah mendorong kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan agar ekspor Indonesia tidak hanya berbentuk barang, tetapi juga mencakup produk digital seperti gim.
Luat mengatakan kehadiran Nintendo secara resmi di Indonesia dinilai dapat memperkuat hubungan antara platform global dengan ekosistem gim lokal, baik pemain maupun pengembang.
Menurutnya langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendekatkan developer Indonesia dengan platform global. Dengan semakin dekatnya akses tersebut, Nintendo diharapkan dapat melihat potensi developer lokal yang selama ini telah memiliki karya dan posisi di pasar internasional.
“Karena ini usaha kita buat bahwa sejalan ketika mereka masuk ke pasar Indonesia tidak hanya melihat pasarnya sendiri, tapi juga melihat produsen Indonesia, developer Indonesia yang bisa berkontribusi di ekosistem Nintendo yang mana itu akan meningkatkan nilai ekspor dari Indonesia sendiri,” kata Luat.
Luat juga mengatakan besarnya basis pengguna Nintendo juga menjadi daya tarik tersendiri. Secara global, penjualan Nintendo Switch generasi pertama telah mencapai sekitar 158 juta unit, sementara Nintendo Switch 2 telah mencatat penjualan sekitar 20 juta unit berdasarkan angka yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Besarnya jumlah pengguna itu sekaligus menunjukkan luasnya pasar yang dapat dijangkau developer Indonesia apabila mampu menghasilkan gim yang diterima dalam ekosistem Nintendo.
Karena itu, investasi Nintendo di Indonesia tidak hanya dipandang dari sisi pembangunan infrastruktur atau kehadiran bisnis secara fisik.
Lebih jauh, investasi tersebut juga dinilai sebagai investasi terhadap akses developer Indonesia ke platform global, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan nilai ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekspor gim Indonesia diproyeksi jadi pendorong pertumbuhan ekonomi
Pewarta: Fitra Ashari
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.