Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:40 WIB

BSD City, VIVA – Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia selama ini lebih banyak terlihat di segmen mobil penumpang. Padahal, sektor kendaraan niaga dinilai memiliki potensi yang tidak kalah besar dalam membantu menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, terutama di industri logistik.

Baca Juga

Namun, adopsi truk listrik tidak hanya bergantung pada kemampuan kendaraan. Kesiapan layanan purna jual, teknisi, hingga fasilitas pengisian daya justru menjadi faktor yang menentukan apakah armada listrik bisa beroperasi setiap hari tanpa mengganggu aktivitas distribusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, produsen kendaraan niaga mulai mengubah pendekatan mereka. Tak sekadar menghadirkan produk baru, tetapi juga membangun ekosistem yang mampu mendukung kebutuhan konsumen dalam jangka panjang.

Baca Juga

Langkah tersebut ditunjukkan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) melalui penyerahan truk listrik Mitsubishi Fuso eCanter kepada PT Fastana Logistik Indonesia (FLI) dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Perusahaan logistik tersebut menjadi salah satu pengguna awal kendaraan niaga listrik untuk operasional distribusi di kawasan perkotaan.

Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Aji Jaya, mengatakan bahwa sejak memperkenalkan eCanter pada 2024, perusahaan tidak hanya fokus menghadirkan kendaraan, tetapi juga menyiapkan berbagai layanan pendukung.

Baca Juga

"Fuso eCanter menjadi pelopor truk listrik pertama di Indonesia sejak tahun 2024. Sejak itu, KTB memastikan ekosistem yang mendukung operasional mulai dari kesiapan EV mobile charger, hingga layanan purna jual untuk memberikan ketenangan konsumen dalam operasional kendaraan listrik," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 4 Agustus 2026.

Bagi perusahaan logistik, keandalan armada menjadi prioritas utama. Kendaraan yang berhenti beroperasi karena kendala teknis dapat berdampak langsung terhadap proses distribusi barang dan biaya operasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, keberadaan bengkel yang siap menangani kendaraan listrik, mekanik bersertifikat, hingga layanan darurat menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan beralih ke armada berbasis baterai.

KTB mengaku telah menyiapkan tiga dealer resmi di wilayah JABODETABEK yang memiliki fasilitas khusus untuk kendaraan listrik. Fasilitas tersebut dilengkapi alat pemeriksaan kondisi baterai atau Xentry, serta EV Mobile Charger berkapasitas 65 kWh dengan kemampuan pengisian daya hingga 60 kW untuk membantu kendaraan ketika mengalami kondisi darurat di lapangan.

Halaman Selanjutnya

Di sisi produk, Fuso eCanter menggunakan baterai berkapasitas 83 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak sekitar 140 kilometer dalam sekali pengisian daya. Truk dengan GVW enam ton tersebut juga mengandalkan motor listrik yang menghasilkan torsi 430 Nm dan teknologi eAxle yang mengintegrasikan gardan, motor, inverter, serta transmisi sehingga proses perawatan menjadi lebih sederhana.