Medan (ANTARA) - Ekonom dari Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo mengatakan Sumut Halal Fest 2026 menjadi langkah positif dan relevan dalam memperkuat ekosistem industri halal di provinsi tersebut.
“Sumut Halal Fest 2026 sebagai langkah yang sangat positif dan relevan, terutama karena Sumatera Utara memiliki jumlah pelaku UMKM yang besar dan pasar halal yang luas,” ujar Wahyu di Medan, Sumut, Kamis.
Ia mengatakan kegiatan tersebut penting karena mempertemukan berbagai unsur yang berperan dalam pengembangan ekosistem halal, mulai dari pemerintah, Bank Indonesia, pelaku UMKM, lembaga sertifikasi, lembaga keuangan, perguruan tinggi hingga masyarakat sebagai konsumen.
Lebih lanjut, pengembangan ekosistem halal tidak hanya berfokus pada produk makanan dan minuman, tapi memiliki cakupan yang lebih luas, seperti fesyen, kosmetik, produk kesehatan, jasa penyembelihan, pariwisata ramah Muslim hingga pembiayaan syariah.
Wahyu menilai fasilitasi pemberian 1.000 sertifikat halal kepada pelaku UMKM dan juru sembelih halal dalam kegiatan Sumut Halal Fest 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas penerapan standar halal di kalangan pelaku usaha.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat sekitar 400 ribu produk dari sekitar 140 ribu pelaku usaha serta menargetkan penerbitan 5.000 sertifikat halal pada 2027.
“Ini menunjukkan bahwa Sumatera Utara memiliki basis usaha yang cukup besar untuk membangun industri halal secara lebih sistematis,” katanya.
Namun, ia mengingatkan agar Sumut Halal Fest tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan pintu masuk bagi pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Menurut dia, setelah pelaksanaan festival perlu dilanjutkan dengan pendampingan kepada pelaku UMKM, baik dalam proses sertifikasi halal, peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, pemasaran maupun perluasan pasar.
"Penguatan ekosistem halal secara berkelanjutan akan membantu Sumatera Utara mengoptimalkan potensi UMKM, sekaligus memperluas kontribusi industri halal terhadap perekonomian daerah," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Ameriza M Moesa mengatakan pelaksanaan Sumut Halal Fest 2026 merupakan yang pertama berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan tujuan memperluas ekosistem halal di antaranya makanan, minuman, fesyen maupun perbankan syariah.
Ameriza mengatakan pelaksanaan Sumut Halal Fest pada 26-27 Agustus 2026 diharapkan mempercepat pengembangan ekosistem halal di Sumatera Utara.
Lebih lanjut, ia mengatakan kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda, di antaranya edukasi masyarakat, bazar UMKM, fasilitasi bagi pelaku usaha untuk memperoleh sertifikasi halal, peragaan busana.
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.