ILUSTRASI. PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) (Dok/Easycash)

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) menerapkan sejumlah upaya untuk menjaga tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 tetap terkendali.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menerangkan bahwa dalam melakukan penilaian risiko kredit sebelum menyalurkan pembiayaan, perusahaan memanfaatkan kombinasi teknologi machine learning, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), big data, serta berbagai sumber data alternatif untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan objektif.

Dia mengatakan teknologi tersebut memungkinkan perusahaan menganalisis berbagai parameter secara komprehensif, mulai dari proses verifikasi identitas elektronik atau e-KYC, riwayat kredit, pola perilaku, hingga indikator risiko lainnya.

Baca Juga: Easycash Luncurkan Inisiatif MOJANG dan ChatPindar

"Dengan demikian, proses evaluasi kelayakan penerima dana (borrower) dapat dilakukan secara lebih efektif dan berbasis data," katanya kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).

Dari sisi operasional, Nucky mengatakan pemanfaatan kecerdasan buatan juga membantu perusahaan meningkatkan kemampuan deteksi fraud, memperkuat fungsi monitoring, meningkatkan responsivitas layanan pelanggan, serta mendorong efektivitas proses internal.

Untuk menjaga kualitas pembiayaan, dia menyampaikan Easycash pada prinsipnya telah menerapkan teknologi machine learning yang didukung oleh pengawasan manusia, serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku. 

"Seluruh aspek tersebut menjadi fondasi utama yang terus kami pegang teguh, khususnya sebagai penyelenggara layanan jasa keuangan yang harus menjaga kinerja bisnis tetap sehat sekaligus mempertahankan kepercayaan konsumen," kata Nucky.

Baca Juga: Ini Upaya Easycash Dorong Literasi Keuangan Gen Z

Berdasarkan situs resmi perusahaan, Easycash mencatatkan Tingkat Keberhasilan Bayar atau TKB90 sebesar 99,01% per 20 Juli 2026. Adapun total nilai pembiayaan akumulatif sejak berdiri mencapai Rp 98,27 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News