Minggu, 9 Agustus 2026 - 23:49 WIB

Jakarta, VIVA –  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menutup rangkaian kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026 malam.

Baca Juga

Penutupan tersebut menjadi momentum bagi E-Sports Kapolri Cup 2026 menerima 3 Rekor Muri sekaligus. Tiga rekor yang berhasil dicatat dalam ajang tersebut meliputi Defile Cosplay Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 117 peserta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rekor berikutnya adalah Kompetisi Keamanan Siber Peserta Generasi Z Terbanyak yang melibatkan 734 peserta. Sementara rekor ketiga berupa Pengukuhan Duta Kamtibmas Siber kepada Peserta Generasi Z Terbanyak dengan jumlah 27.686 peserta.

Baca Juga

Secara keseluruhan, E-Sports Kapolri Cup 2026 diikuti 35.936 peserta yang berasal dari 34 Polda dan 403 Polres. Kapolri mengapresiasi tingginya partisipasi tersebut dan menilai e-sports kini telah berkembang jauh melampaui aktivitas permainan.

Menurut Kapolri, e-sports telah menjadi cabang olahraga yang memiliki peluang besar untuk melahirkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga

“Saya melihat bahwa perkembangan dari esport ini sangat luar biasa. Dulu yang kita anggap ini sebagai suatu permainan, namun ternyata perlahan namun pasti ini tidak hanya berkembang menjadi suatu olahraga nasional, bahkan juga sudah beranjak kepada olahraga internasional. Dan pesertanya pun ternyata sangat-sangat besar,” ujar Kapolri.

Kapolri berharap penyelenggaraan kompetisi e-sports dapat terus diperluas agar semakin banyak talenta muda yang muncul.

Ia juga menargetkan jumlah peserta pada tahun depan bisa meningkat hingga 10 kali lipat dengan memperbanyak kompetisi di tingkat kewilayahan.

“Saya sampaikan dengan jumlah penggemar yang sangat luar biasa ini, pertanyaannya: bisa enggak tahun ini 35.936, tahun depan kali 10?” kata Kapolri.

Tidak hanya diarahkan menjadi atlet atau talenta e-sports, para peserta juga didorong mengambil peran sebagai agen perubahan dan Duta Kamtibmas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka diharapkan dapat mengajak generasi muda menjauhi kegiatan yang merugikan, seperti tawuran, balap liar, dan vandalisme, serta mengalihkannya ke aktivitas yang lebih positif dan produktif.

Kapolri juga meminta para Duta Kamtibmas turut membantu menangkal berbagai ancaman di ruang digital. Ancaman tersebut antara lain penyebaran hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, perundungan, judi online, hingga penyalahgunaan narkoba.

Halaman Selanjutnya

“Saya menitip pesan karena di dunia maya ini banyak sekali disalahgunakan. Baik untuk kegiatan-kegiatan negatif, apakah itu judi online, apakah itu game-game yang kemudian membahayakan generasi muda, dan juga model-model penipuan. Tolong bantu para Duta Kamtibmas ini untuk menginformasikan kepada teman-temannya yang ini berbahaya. Bila perlu, laporkan ke Pak Polisi,” tegas Kapolri.