Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menggelar rapat dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah telah menyiapkan kebijakan untuk mengakselerasi penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kebijakan tersebut antara lain penyediaan lahan siap bangun, skema pendanaan pembangunan rumah, pengembangan kota satelit, hingga penyediaan sertifikasi gratis peningkatan status Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) untuk masyarakat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau yang akrab dipanggil Ara tersebut menuturkan, pihaknya baru-baru ini mengikuti rapat Kabinet yang digelar di Hambalang untuk membahas persoalan kebutuhan permukiman bagi masyarakat. Sinergi antar kementerian atau lembaga (K/L) di dalam Kabinet Merah Putih dinilai penting untuk memastikan setiap program terkait hunian masyarakat dapat terealisasi dengan baik.

Terlebih, penyediaan hunian tidak hanya bergantung pada pembangunan rumah semata, melainkan juga berkaitan dengan penyediaan lahan, skema pembiayaan, hingga legalitas aset. Kembali lagi, hal tersebut memerlukan dukungan lintas kementerian dan lembaga.

"Kami (telah) mendapatkan tanah-tanah yang ideal. Ideal artinya clear and clean. Jadi benar-benar milik negara, dikuasai oleh negara, dan siap untuk dibangun rumah susun," ujar Ara kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Ara kemudian melanjutkan, pemerintah menyiapkan empat skema pembiayaan pembangunan hunian di atas lahan tersebut, yakni melalui Danantara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kontribusi pengembang swasta, serta dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Untuk langkah awal, pemerintah bakal memanfaatkan lahan negara yang telah dinyatakan clear and clean. Salah satunya berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Di atas lahan tersebut nantinya akan dibangun rumah susun melalui kerja sama dengan Grup Astra lewat program CSR.

"Itu segera kita akan bangun dengan Astra. Astra akan memberikan CSR-nya untuk membangun seribu unit rumah susun," kata dia.

Bukan hanya di Jakarta, Ara juga mengungkapkan bahwa pemerintah bakal memulai pembangunan hunian di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di kawasan Kiaracondong, Bandung. Proses pembangunan hunian tersebut akan segera dibahas bersama Pemerintah Kota Bandung, PT KAI, dan Astra.

Lebih lanjut, pemerintah tengah menyiapkan pengembangan kota-kota satelit sebagai bagian strategi jangka panjang untuk memangkas backlog perumahan. Program tersebut merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto dan akan dikembangkan bersama sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dalam hal ini, kota satelit tersebut juga akan dilengkapi oleh sarana pendidikan seperti kampus dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan integrasi program legalisasi aset hunian bagi masyarakat kategori MBR. Melalui kolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN, Kementerian PKP akan memberikan sertifikasi tanah secara gratis bagi kelompok MBR, termasuk penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Program sertifikasi gratis tersebut nantinya akan dipadukan dengan program renovasi rumah serta pemberdayaan ekonomi keluarga penerima manfaat.

"Support yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil itu sertifikasi gratis digabungkan nanti dengan program BSPS yaitu bedah rumah," imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menambahkan bahwa program sertifikasi gratis ini pada dasarnya menyasar tiga kelompok masyarakat. Di antaranya adalah penerima BSPS, penerima fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), serta masyarakat kategori MBR yang membangun rumah secara mandiri.

"Jadi, judul programnya adalah sertifikasi sektor perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Ini ada tiga rumpun yang berhak mendapatkan program ini," tandasnya.

(wur)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]