Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Jakarta, VIVA – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam pembunuhan perempuan berinisial KDA (19) di sebuah kamar indekos di Jalan Asem Nirbaya, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.

Baca Juga

Kedua pria tersebut masing-masing berinisial KDO (22) dan ATW (27). Mereka ditangkap di dua wilayah berbeda, yakni Jakarta Timur dan Bekasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi membenarkan penangkapan tersebut. Namun, polisi belum mengungkap secara rinci peran masing-masing terduga pelaku dalam kasus tersebut.

Baca Juga

"Dua pelaku laki-laki pembunuhan perempuan sudah diamankan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Made saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.

Made mengatakan, penyelidikan kasus tersebut ditangani Polda Metro Jaya. Karena itu, informasi mengenai peran kedua pria yang diamankan masih menunggu pendalaman penyidik.

Baca Juga

"Perannya tidak ada informasi. Soalnya yang lidik Polda Metro Jaya," ucapnya.

Polisi Sita Tali Rafia hingga Kaus Hitam

Selain menangkap dua pria, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara pembunuhan tersebut.

Barang bukti yang disita antara lain tali rafia berwarna biru, kaus hitam, dan celana hitam. Polisi masih mendalami keterkaitan barang-barang tersebut dengan kejadian yang menewaskan KDA.

Penyidik juga masih mengusut kronologi kejadian secara menyeluruh, termasuk dugaan tindak pidana dan peran masing-masing pihak yang telah diamankan.

Hingga Jumat, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai motif pembunuhan maupun hubungan antara kedua terduga pelaku dan korban.

Korban Ditemukan Terikat di Kamar Mandi

Kasus ini terungkap setelah jasad KDA ditemukan di kamar mandi sebuah indekos di Jalan Asem Nirbaya, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur.

Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi kaki dan tangan terikat menggunakan tali rafia. Korban juga mengalami memar pada bagian kiri wajah, sementara lehernya terikat menggunakan kaus hitam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penemuan jasad tersebut bermula ketika pemilik atau pengelola indekos bernama Sundiyah hendak memeriksa kamar yang sebelumnya akan disewa seorang pria yang mengaku bernama Daniel.

Berdasarkan keterangan saksi, pria tersebut datang pada Selasa, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Ia menyampaikan niat untuk menyewa kamar dan berjanji membayar biaya kos sekaligus menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) pada pukul 17.00 WIB di hari yang sama.

Halaman Selanjutnya

"Daniel mengaku bekerja di steam depan Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Daniel menjelaskan akan membayar kos pada Selasa (6/10) pukul 17.00 WIB sekaligus akan menyerahkan fotokopi KTP," jelas Made.