Bandung (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Jawa Barat mengungkapkan data Kabupaten Indramayu merajai produksi padi Jabar dengan menyumbang 15,48 persen dari total produksi provinsi, sementara Kabupaten Sukabumi berhasil mencatatkan lonjakan pertumbuhan volume panen paling pesat.
Sekretaris DTPH Jawa Barat Yanti Hidayatun Zakiah di Bandung, Senin, menjelaskan berdasarkan data yang dimilikinya, pada tahun 2025, kontribusi di tiga kabupaten lumbung pangan utama penopang pasokan beras daerah dan nasional, yakni Indramayu mencapai 1,58 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), disusul Kabupaten Karawang (11,68 persen), dan Kabupaten Subang (10,71 persen).
Yanti menjelaskan di luar dominasi tiga lumbung tradisional Pantura tersebut, akselerasi produksi paling impresif justru ditunjukkan oleh wilayah Jawa Barat selatan, yakni Kabupaten Sukabumi.
"Secara kontribusi volume total, Indramayu memang paling besar. Namun jika dilihat dari tren peningkatan produksi dibanding tahun sebelumnya, Kabupaten Sukabumi melesat paling tinggi," ujar Yanti.
Yanti merinci, Kabupaten Sukabumi berhasil membukukan lonjakan produksi GKG sebesar 193.271 ton dari periode sebelumnya, hingga total produksinya menembus 660.107 ton GKG. Posisi kenaikan tertinggi kedua ditempati oleh Indramayu, diikuti Kabupaten Tasikmalaya.
Capaian positif antardaerah ini menopang posisi Jawa Barat sebagai kontributor beras terbesar kedua di tingkat nasional, yang terus dikawal melalui akselerasi perluasan areal tanam serta bantuan sarana produksi pertanian.
"Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci. Kita optimistis keberhasilan daerah-daerah penyumbang ini dapat memperkuat swasembada pangan nasional pada 2026," tutur Yanti.
Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.