Banjarbaru (ANTARA) - Komisi II DPR RI menyerahkan bantuan lebih dari Rp400 miliar melalui Program Local Service Delivery Project (LSDP) kepada empat kabupaten/kota untuk memperkuat pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan
“Bantuan tahap pertama ini bagi empat kabupaten/kota, masing-masing di atas Rp100 miliar, yakni Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Kotabaru,” kata Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda saat penyerahan Program LSDP di Banjarbaru, Rabu.
Ia berharap dana tersebut bisa dikelola dengan sebaik-baiknya agar performa pengelolaan sampah bisa jauh lebih baik daripada daerah lain.
Baca juga: Kabupaten Madiun terima program LSDP dari pusat untuk kelola sampah
Program LSDP merupakan program yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri bersama Bappenas dan Kementerian Lingkungan Hidup dengan menggandeng Bank Dunia untuk membantu pemerintah kabupaten/kota memperkuat pengelolaan sampah,” ujarnya.
Menurut dia, program tersebut diarahkan melalui penambahan tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS 3R) dan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan hingga tingkat desa, kelurahan, bahkan komunitas yang lebih kecil.
“Sampah yang telah dikelola diharapkan dapat diolah menggunakan mesin, sehingga menghasilkan produk yang memberikan manfaat ekonomi, antara lain menjadi bahan untuk pembuatan jalan, pupuk, dan berbagai kebutuhan lain yang dapat mendukung pembiayaan secara berkelanjutan,” katanya.
Dia menyebutkan empat kabupaten lainnya di Kalimantan Selatan akan menyusul menerima Program LSDP tahap kedua dalam dua hingga tiga bulan berikutnya, yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Barito Kuala, dan Kabupaten Banjar.
Baca juga: Kemendagri: Kota Malang salah satu daerah "pilot project" LSDP
Baca juga: Pemerintah siap tingkatkan pengelolaan sampah di 30 daerah lewat LSDP
Ia menjelaskan penerima program tersebut merupakan kabupaten/kota yang memiliki kuota atau volume sampah antara 100 hingga 500 ton per hari, sehingga bantuan diarahkan kepada daerah dengan kebutuhan pengelolaan sampah yang cukup besar.
Dia berharap pemerintah kabupaten/kota penerima terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan program, sehingga hasilnya dapat menjadi contoh bagi daerah lain sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan.
“Kalau ini baik, nanti kabupaten/kota yang lain ngikutin dan Kalimantan Selatan secara umum kita bisa berbangga, mudah-mudahan menjadi provinsi terbersih se-Indonesia,” ujar Rifqinizamy.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.