Jakarta (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memastikan akan terbuka dalam menerima partisipasi publik untuk menyampaikan aspirasi dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilihan Umum (Pemilu).
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama pimpinan Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis, mengumumkan penetapan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong sebagai Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU Pemilu. Dia pun meminta Panja segera menjalankan agenda penyusunan RUU.
"Selamat bekerja dan akan mulai menyerap aspirasi masyarakat, partai politik, serta masukan-masukan lain yang dianggap perlu untuk memperkaya Rancangan Undang-Undang Pemilu," kata Dasco.
Dasco pun mendorong agar langkah pertama Panja adalah langsung menghimpun masukan dari berbagai kalangan.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda menjelaskan bahwa penetapan ini merupakan hasil konsultasi dengan pimpinan DPR. Komisi II ditugasi membentuk dua Panja, yakni Panja RUU Pemilu dan Panja RUU Administrasi Kependudukan (Adminduk).
Masing-masing dipimpin seorang Wakil Ketua Komisi II, dan seluruh pimpinan Komisi II tetap menjadi bagian dari pimpinan Panja secara kolektif.
"Saya sebagai ketua komisi akan memastikan kedua panja ini akan berjalan dengan baik, bisa diselesaikan dalam waktu yang tepat dengan tetap memperhatikan substansi dan meaningful participation," kata Rifqinizamy.
Adapun Bahtra juga menuturkan, jadwal kerja Panja sudah tersusun, termasuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) selama masa reses. Pihak yang akan dimintai pandangan juga sudah dipetakan.
Jadwal dan perkembangan pembahasan akan disampaikan secara terbuka melalui media sosial Komisi II. Menurut Bahtra, pembahasan ini bertujuan agar pemilu ke depan lebih dari sekadar terlaksana.
"Tentu kita juga ingin agar kualitas pemilu kita makin baik, agar kualitas demokrasi kita juga sebagaimana apa yang menjadi harapan seluruh masyarakat," kata Bahtra.
Dengan mulai bekerjanya Panja, DPR RI menegaskan bahwa aturan main Pemilu 2029 disusun bersama rakyat. Aspirasi yang dihimpun hari ini menjadi pijakan menuju demokrasi yang lebih berkualitas.
Baca juga: Komisi II DPR targetkan naskah dan draf RUU Pemilu selesai Desember
Baca juga: Komisi II DPR jelaskan alasan rapat RUU Pemilu masih digelar tertutup
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.