DP3APPKB Barsel optimalkan pencegahan, wujudkan ruang aman bagi perempuan dan anak
Minggu, 2 Agustus 2026 01:34 WIB
DP3APPKB Barito Selatan melalui UPT PPA melaksanakan sosialisasi. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Buntok (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Barito Selatan, Kalimantan Tengah menggiatkan sosialisasi pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah setempat.
"Sosialisasi terkait hal itu gencar kita laksanakan sejak 2024 lalu hingga saat ini," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan perempuan dan anak (UPT PPA) pada DP3APPKB Barito Selatan Khairiyah di Buntok, Sabtu.
Dia menjelaskan, sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pencegahan melalui edukasi, koordinasi lintas sektor, serta penguatan layanan perlindungan bagi korban.
"Sosialisasi ini kita laksanakan di sejumlah kelurahan dan desa yang tersebar di enam kecamatan di Barito Selatan," ucap Khairiyah.
Kegiatan tersebut merupakan momentum memperkuat komitmen bersama dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak yang merupakan investasi utama dalam mewujudkan masyarakat Barito Selatan maju, sejahtera dan berkeadilan.
Baca juga: Dewan Pendidikan Barsel tingkatkan sinergi bersama koorwil pendidikan kecamatan
Hal itu mengingat pembangunan suatu daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur saja, akan tetapi juga dari sejauh mana perempuan dan anak memperoleh rasa aman.
"Perempuan dan anak juga harus mendapatkan perlindungan, serta kesempatan berkembang dan pemenuhan hak-haknya," tambah Khairiyah.
Dia menjelaskan masih adanya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang, anak yang berhadapan dengan hukum, serta perkawinan anak menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Dampak dari persoalan tersebut sangat luas, mulai dari terganggunya kesehatan fisik dan mental korban, putus sekolah, kemiskinan antar generasi, hingga menurunnya kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Oleh karenanya perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, tokoh adat, tokoh pemuda, media massa, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat.
"Dalam sosialisasi yang dilaksanakan pada sejumlah momen itu, kita juga menyampaikan kepada masyarakat agar melaporkan apabila melihat atau mengalami kekerasan," kata dia.
Khairiyah menerangkan berbagai macam tindak kekerasan, seperti kekerasan fisik berupa pemukulan, penamparan dan penyiksaan. Kekerasan psikis dan verbal berupa caci maki, intimidasi dan ancaman.
Kemudian, kekerasan seksual seperti pelecehan, pemerkosaan dan ekploitasi. Kekerasan ekonomi berupa melarang bekerja, dan mengontrol keuangan serta kekerasan online berupa perundungan, ujaran kebencian dan penyebaran foto.
Apabila masyarakat melihat atau mengalami kekerasan seperti itu lanjut dia, dapat melaporkannya ke UPT PPA Barito Selatan dengan alamat Jalan Pelita Raya Buntok.
"Masyarakat juga bisa menghubungi ke nomor pengaduan 0822 5303 6161 atau ke hotline pengaduan Telepon Sahabat Perempuan dan Anak (TESA) dan Barsel siaga dengan nomor 112, dan kita siap menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut," demikian Khairiyah.
Baca juga: Reses DPRD Barito Selatan tampung 648 aspirasi masyarakat
Baca juga: Pemkab-DPRD Barsel sepakat Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 menjadi perda
Baca juga: Dewan Pendidikan Barito Selatan pantau MPLS di sejumlah sekolah
Pewarta : Bayu Ilmiawan
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.