Kamis, 24 September 2026 - 16:09 WIB

Jakarta, VIVA – Kebutuhan meningkatkan produktivitas angkutan material tambang telah menjadi salah satu tantangan dalam operasional pertambangan di Indonesia.

Baca Juga

Karenanya, Volvo Trucks Indonesia merespons kebutuhan tersebut dengan menyiapkan FMX Edge berkapasitas muatan hingga 60 ton, untuk diuji di salah satu tambang nikel di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

President Director PT Indotruck Utama, Bambang Prijono SP mengatakan, kapasitas angkut yang lebih besar berpotensi meningkatkan produktivitas, karena volume material yang dibawa dalam satu perjalanan ikut bertambah.

Baca Juga

“Dengan muatan yang lebih besar, produktivitas dan efisiensi angkutan juga akan meningkat,” kata Bambang dalam keterangannya, Kamis, 24 September 2026.

Mining Expo 2026, Volvo Trucks Indonesia

Photo :

  • [Istimewa]

Baca Juga

FMX Edge diperkenalkan PT Indotruck Utama bersama Volvo dalam Mining Expo 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Kendaraan dengan gross vehicle weight (GVW) hingga 77 ton itu akan menjalani uji lapangan, sebelum dipertimbangkan untuk dipasarkan secara lebih luas mulai 2027.

"Uji coba tersebut menjadi penting karena kondisi setiap tambang memiliki karakteristik berbeda, mulai dari kemiringan jalan, jarak angkut hingga jenis material yang dipindahkan," ujarnya.

Bambang memperkirakan, peningkatan kapasitas tersebut dapat berdampak terhadap biaya operasional. Berdasarkan kalkulasi internal perusahaan, penggunaan FMX Edge berpotensi menghemat total biaya operasional sekitar 10,3 persen, karena kapasitas angkut bertambah tanpa menambah jumlah pengemudi maupun mesin.

“Potensi penghematan total biaya operasional mencapai sekitar 10,3 persen. Muatannya lebih banyak, sementara pengemudi dan mesinnya tetap satu,” kata Bambang.

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa efisiensi angkutan tambang tidak hanya berkaitan dengan harga pembelian kendaraan. Konsumsi bahan bakar, perawatan, suku cadang, serta waktu kendaraan tidak beroperasi turut menentukan biaya pengangkutan setiap ton material.

Konteks tersebut juga muncul di tengah persaingan dengan produsen truk asal China, yang menawarkan kendaraan dengan harga pembelian lebih kompetitif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Volvo menilai biaya penggunaan selama masa operasi perlu menjadi pertimbangan, karena kendaraan dengan harga awal lebih rendah belum tentu menghasilkan biaya per ton yang lebih kecil, apabila frekuensi kerusakan dan waktu henti tinggi," ujarnya.

Dari sisi energi, FMX Edge masih menggunakan bahan bakar diesel D5. Volvo menilai, teknologi itu masih relevan untuk sebagian besar kegiatan pertambangan di Indonesia, sementara elektrifikasi angkutan berat membutuhkan kesiapan infrastruktur pengisian daya dan pasokan energi.

Barang bukti sianida yang diamankan Lanal Gorontalo

Sianida 3 Ton dari Filipina Diduga Dipasok untuk Tambang Ilegal di 3 Provinsi

Lanal Gorontalo bersama Bea Cukai Gorontalo menggagalkan pengiriman sekitar tiga ton sianida asal Filipina pada Senin 21 September sekitar pukul 02.30 WITA

VIVA.co.id

22 September 2026