"Satu-satunya kendali atau 'guardrails' yang dibutuhkan AI adalah presiden yang kuat dan cerdas (IQ tinggi!), dan AS memilikinya, bahkan dalam jumlah besar," kata Trump.
Trump juga menuding pihak-pihak yang mendorong pembatasan terhadap AI dan pembangunan pusat data sebagai bagian dari "konspirasi sakit" yang pada akhirnya hanya menguntungkan kepentingan China.
Trump Soroti CEO Anthropic
Trump secara khusus menyebut CEO Anthropic Dario Amodei yang menurutnya berpura-pura menjadi "malaikat kecil yang sempurna" di tengah perdebatan mengenai keselamatan dan kecepatan pengembangan AI.
Trump memperingatkan apa yang disebutnya sebagai "teoretikus konspirasi, pengkhianat, pengkhianat negara, dan pembocor informasi". Ia menegaskan AS masih memimpin negara-negara lain dalam teknologi AI dan akan mempertahankan posisi tersebut.
"Siapa pun yang menguasai AI, memenangkan segalanya!" tegas Trump.
Trump kemudian mengatakan perdebatan mengenai AI dan pusat data terjadi karena AS "memimpin, dengan selisih yang besar, setiap negara lain".
"Jangan bunuh angsa yang bertelur emas," ujarnya.
Gedung Putih Waspadai Lobi Industri AI
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pemerintahan Trump tetap menyadari risiko yang muncul dari perkembangan teknologi AI.
"Kami ingin memastikan bahwa kami benar-benar mengaturnya secara cerdas dan mempertimbangkan risikonya dengan matang," kata Vance.
Namun, Vance mencurigai dorongan sejumlah perusahaan AI agar pemerintah memberlakukan regulasi lebih ketat.
"Begitu banyak perusahaan teknologi AI terdepan datang kepada pemerintah dan memohon agar pemerintah mengatur mereka. Bagi saya, ini terasa seperti semacam kuda Troya," katanya.
Vance menegaskan AS harus berhati-hati dalam menyusun regulasi tanpa kehilangan keunggulannya dalam persaingan teknologi dengan China.
China Tolak Sikap Konfrontatif soal AI
China menolak framing Trump dan memperingatkan agar tidak terjadi "ketakutan yang berlebihan" serta konfrontasi dalam pengembangan AI.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan kemajuan teknologi berkaitan dengan "kesejahteraan bersama seluruh umat manusia". Ia menyerukan lingkungan pengembangan teknologi yang "terbuka, inklusif, dan bermanfaat bagi semua".
Pernyataan tersebut muncul ketika industri teknologi global semakin memperdebatkan kecepatan pengembangan model AI.
CEO Anthropic Dario Amodei sebelumnya menerbitkan esai yang menyerukan agar perusahaan teknologi sengaja memperlambat peningkatan kemampuan AI sehingga sistem keamanan dapat mengejar perkembangan teknologi.
CEO OpenAI Sam Altman juga menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut dan mengatakan perusahaannya akan menerapkan pendekatan serupa.
Sumber: Yenisafak