Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:00 WIB
VIVA – Sikap dokter yang terlihat dingin, terburu-buru, atau kurang ramah kepada pasien kerap menimbulkan salah paham. Tidak sedikit pasien yang menganggap perilaku tersebut sebagai tanda tenaga medis tidak peduli dengan kondisi mereka.
Baca Juga
Fenomena itu kembali menjadi perhatian setelah muncul kasus pasien BPJS yang disebut harus menunggu kamar selama berjam-jam hingga akhirnya meninggal dunia. Kasus tersebut juga menuai sorotan setelah muncul komentar bernada menyindir dari tenaga kesehatan terhadap pasien.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah perbincangan mengenai sikap tenaga medis, Dokter Gia kemudian memberikan sudut pandang mengenai alasan seorang dokter terkadang terlihat jutek ketika sedang bekerja.
Baca Juga
Dalam perbincangannya bersama Deddy Corbuzier, Dokter Gia menjelaskan bahwa ekspresi seorang dokter tidak selalu mencerminkan tingkat kepeduliannya terhadap pasien.
Menurutnya, dokter harus menangani banyak pekerjaan sekaligus, mulai dari memeriksa pasien, menentukan diagnosis, mengambil keputusan medis hingga menyelesaikan berbagai kebutuhan administratif.
Baca Juga
"Makanya kelihatannya cemberut, kelihatannya jutek. Itu bukan berarti tidak peduli," ujar Dokter Gia yang dikutip pada Selasa, 11 Agutsus 2026.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dapat terjadi ketika dokter harus bekerja dalam situasi penuh tekanan. Di satu sisi, dokter dituntut tetap memberikan pelayanan kepada pasien, tetapi di sisi lain harus memastikan keputusan medis yang diambil tetap tepat.
Beban pekerjaan juga tidak berhenti pada pemeriksaan pasien. Dokter masih harus mencatat anamnesis, memasukkan diagnosis secara detail hingga menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi.
"Stresnya itu kita harus ngerjain banyak hal di satu waktu," kata Dokter Gia.
Dokter Gia kemudian membedakan antara kepedulian seorang dokter dengan performanya ketika menghadapi tekanan pekerjaan.
Menurutnya, rasa peduli terhadap pasien seharusnya tetap ada. Namun, ketika beban kerja meningkat, kemampuan dokter untuk menunjukkan keramahan bisa saja berkurang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Performance-nya turun, kepedulian tidak turun. Apa yang akan dikurangi? Keramahan biasanya. Karena dia fokus ke pengambilan keputusan," jelasnya.
Dengan kata lain, ekspresi wajah atau gaya komunikasi yang terlihat kaku belum tentu menunjukkan bahwa dokter mengabaikan pasien. Bisa jadi, dokter sedang mengerahkan konsentrasi untuk menentukan langkah medis yang paling tepat.
Halaman Selanjutnya
"Makanya kelihatannya cemberut, kelihatannya jutek. Itu bukan berarti tidak peduli. Sungguh masih pada peduli," lanjutnya.