Samarinda (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur memantau secara ketat kualitas udara, khususnya terhadap parameter Partikulat Halus (PM2.5), di daerah-daerah rawan guna memitigasi dampak asap akibat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim Joko Istanto di Samarinda, Kamis, mengatakan bahwa pemantauan kualitas udara tersebut dioptimalkan melalui sistem Indeks Standar Pencemar Udara (ISPUnet) dan hasil pantauan dari Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Tetap.
"Pemantauan terhadap Partikulat Halus atau PM2.5 terus dilakukan secara berkala karena ini menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur tingkat paparan dan dampak asap karhutla bagi kesehatan," ujar Joko.
Menurut dia, fluktuasi kondisi kualitas udara di wilayah Kalimantan Timur saat ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dinamis di lapangan. Faktor-faktor penentu tersebut di antaranya meliputi tingkat aktivitas kebakaran hutan dan lahan, arah serta kecepatan embusan angin, kondisi cuaca dan kelembapan udara, hingga pola penyebaran asap dari titik sumber emisi.
Dia melanjutkan, data riil yang dihasilkan dari sistem pemantauan ISPUnet ini memegang peranan yang sangat vital bagi pemerintah daerah.
Joko menerangkan bahwa data tersebut menjadi dasar utama untuk mendukung penyediaan informasi kualitas udara terkini kepada publik, peningkatan kewaspadaan dini masyarakat terhadap bahaya asap, serta sebagai landasan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan strategis untuk upaya pengendalian dampak karhutla.
Mengingat kondisi udara yang dapat memburuk sewaktu-waktu akibat kepungan asap, DLH Kaltim mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk selalu proaktif memantau perkembangan status udara di lingkungan mereka melalui kanal resmi ISPUnet.
"Kami secara khusus meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan yang meliputi anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta mereka yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Udara bersih adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Joko.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.