Kabupaten Banjar (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan bersama insan pers menggelar aksi lingkungan berbasis sosial bertajuk Green Action. di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Minggu.
Aksi peduli lingkungan ini disambut antusiasme oleh warga setempat. Masyarakat tampak berbondong-bondong mengumpulkan sampah rumah tangga mereka untuk ditukarkan dengan paket sembako yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.
Dalam program Green Action ini, terdapat tiga kegiatan utama yang dilaksanakan secara serentak, yaitu, Kerja Bakti Pembersihan sampah di lingkungan desa secara gotong royong. Tukar Sampah dengan Sembako, serta Penanaman 600 Bibit Pohon yang terdiri dari jenis Mahoni, Tabebuya, dan Trembesi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut momentum penting di bulan Agustus.
"Ini sebenarnya merupakan rangkaian dari Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan, berbarengan juga dengan Hari Jadi Kabupaten Banjar, serta Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI," jelas Rahmat.
Rahmat juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang telah menginisiasi kegiatan positif ini. Iapun berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan menjadi agenda yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Rahmat Prapto Udoyo menyoroti pentingnya aksi ini sebagai respons terhadap masalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang ditutup karena masih menggunakan metode pembuangan sampah terbuka (open dumping) yang melanggar aturan lingkungan hidup dan belum sesuai standar pengelolaan modern.
"Kita berharap masyarakat dan warga Provinsi Kalsel sudah mulai memilah sampah. Walaupun kampanye ini mungkin hanya menyumbang 1% dari total pemilahan, tapi ini adalah langkah sosialisasi untuk membudayakan kebiasaan tersebut. Harapannya, yang masuk ke TPA nantinya hanyalah sampah residu," tegasnya.
Terkait strategi penanganan sampah ke depan, DLH Kalsel mendorong pemilahan sampah yang sederhana di tingkat rumah tangga, yaitu dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Uji coba sistem ini juga telah mulai diterapkan di beberapa kabupaten/kota seperti Banjarbaru dan Banjarmasin.
Pemilahan yang sederhana ini dinilai sudah sangat lumayan untuk mengurangi beban TPA dan pada akhirnya akan menghidupkan roda ekonomi sirkular di tengah masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tidak hanya mendorong masyarakat, tetapi juga mengimbau seluruh elemen pemerintahan hingga sektor swasta untuk meniru langkah ini. DLH kabupaten/kota, camat, kepala desa, hingga komunitas diharapkan dapat merutinkan acara serupa.
Khusus untuk perusahaan dan pihak investor di Kalsel, Rahmat mengajak mereka untuk menjadikan aksi lingkungan dan sosial ini sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan (charity). Ia menekankan filosofi penting dalam kegiatan tukar sampah ini.
"Anggaplah ini bagian dari charity. Filosofinya begini, kita bantu orang, tapi kita tidak merendahkan orang. Kita memberi, tapi melalui edukasi. Lewat pemilahan seperti ini, mudah-mudahan Kalimantan Selatan bisa menjadi provinsi yang bersih," tutup Rahmat.
Pewarta: Latif Thohir
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.