Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menenggelamkan 81 unit atraktor cumi, guna meningkatkan populasi cumi-cumi di daerah itu.

Atraktor cumi-cumi adalah struktur buatan dari besi atau bambu yang ditenggelamkan ke dalam laut untuk menarik, memberi tempat berlindung, serta menjadi media pemijahan bagi cumi-cumi.

"Atraktor cumi ini diharapkan menjadi tempat berlindung dan pemijahan cumi-cumi, sehingga mendukung keberlanjutan populasi biota laut sekaligus membuka peluang peningkatan hasil tangkapan nelayan," kata Kepala DLH Kabupaten Bangka, Boy Yandra di Sungailiat, Selasa.

Ia mengapresiasi kolaborasi PT Timah (Persero) Tbk dan HNSI Bangka yang telah menenggelamkan 81 unit atraktor cumi di Pantai Tambak Udang Kabupaten Bangka, guna mendukung pemulihan habitat cumi-cumi di perairan pesisir tersebut.

"Penempatan atraktor di Pantai Tambak Udang telah melalui kajian ilmiah bersama Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk mendukung keberlanjutan program untuk meningkatkan populasi dan hasil tangkapan cumi-cumi nelayan di daerah ini," katanya.

Ia menambahkan cumi-cumi merupakan komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu hasil tangkapan utama nelayan di Pulau Bangka. Oleh karena itu, upaya menjaga keberlanjutan populasi cumi-cumi menjadi penting untuk mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir

"Beberapa waktu lalu, PT Timah bersama Yayasan Sayang Babel Kite dan nelayan melaksanakan restocking cumi-cumi di perairan Pantai Tuing, Desa Mapur, Kabupaten Bangka. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan juga menenggelamkan 10 unit atraktor cumi," katanya.

Baca juga: Dosen IPB University kembangkan inovasi atraktor cumi-cumi

Baca juga: Pakar: Atraktor cumi-cumi tingkatkan kawasan pantai terpadu

Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika menjelaskan bahwa restocking dilakukan untuk meningkatkan peluang hidup cumi-cumi sejak fase awal kehidupannya sebelum dilepaskan kembali ke habitat alami.

Proses penetasan dalam wadah terkontrol diharapkan dapat mengurangi risiko telur dan anakan cumi dimangsa predator.

"Restocking dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan hidup cumi-cumi yang ditetaskan. Di alam, telur maupun anakan cumi memiliki risiko tinggi dimangsa predator seperti ikan. Melalui proses penetasan di wadah terkontrol, peluang hidupnya menjadi lebih besar sebelum dilepas kembali ke laut," katanya.

Baca juga: PT Timah tebar 40.435 bibit cumi di laut Babel

Baca juga: 10.684 bibit karang ditanam untuk pulihkan laut di Kepulauan Seribu

Baca juga: Pertamina tanam 760 bibit pulihkan terumbu karang Pulau Tikus Bengkulu

Pewarta: Aprionis
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.