Jakarta (ANTARA) - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum membuka pendaftaran Indonesia Patent Awards (IPA) 2026, ajang apresiasi bagi perusahaan yang berhasil mengomersialkan paten dan memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi.
Direktur Jenderal KI Hemansyah Siregar di Jakarta, Sabtu, mengatakan IPA merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong transformasi paten dari sekadar dokumen perlindungan hukum menjadi aset yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Melalui IPA, kami ingin memberikan apresiasi kepada perusahaan yang telah membuktikan paten dapat menjadi motor penggerak inovasi, meningkatkan daya saing industri, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” katanya.
Hermansyah menyebut keberhasilan sebuah penciptaan tidak hanya diukur dari banyaknya paten yang dimiliki, tetapi juga dari komersialisasi paten tersebut, seperti dengan menciptakan lapangan kerja hingga mendukung pembangunan nasional.
DJKI Kemenkum berharap ajang IPA dapat mendorong pelaku usaha mulai lebih banyak berinvestasi pada riset dan pengembangan serta memanfaatkan KI secara optimal sebagai strategi bisnis.
IPA 2026 terbuka bagi perusahaan yang memiliki nomor induk berusaha (NIB) aktif dan memiliki paten berstatus “granted”, masih dalam pelindungan, telah diimplementasikan atau dikomersialkan, serta tidak sedang bersengketa hukum.
Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang DJKI Andrieansjah mengatakan pendaftaran IPA tidak dipungut biaya. Seluruh proses dilakukan secara daring melalui laman ipa.dgip.go.id.
“Perusahaan dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti kompetisi ini,” ucapnya.
Pendaftaran IPA tahun ini dibuka mulai 1 hingga 31 Agustus 2026. Peserta wajib mengunggah dokumen administrasi dan bukti komersialisasi paten. Setelah pendaftaran selesai, peserta akan memperoleh kode unik sebagai bukti.
Penjurian tahap 1 akan berlangsung pada 14 September hingga 9 Oktober 2026, dilanjutkan penjurian tahap 2 pada 26 hingga 29 Oktober 2026. Pemenang akan diumumkan pada minggu pertama pada bulan November 2026.
IPA 2026 menghadirkan dua kategori penghargaan, yakni best commercialization model untuk perusahaan yang berhasil membangun model bisnis komersialisasi paten paling efektif serta best green and blue innovation patent untuk inovasi berbasis paten yang berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan maupun pengembangan ekonomi maritim.
Menurut Andrieansjah, penilaian dilakukan secara independen dengan mempertimbangkan pelbagai aspek, seperti tingkat inovasi dan kualitas paten, tingkat komersialisasi dan skalabilitas, legalitas paten, dampak sosial, kontribusi terhadap program strategis nasional, dampak ekonomi, serta tata kelola KI perusahaan.
Baca juga: Kemenpar-Kemenkum kolaborasi lindungi kekayaan intelektual pariwisata
Baca juga: Lindungi alam Bali, Kemenkum beri sertifikat IG Batu Pulaki Buleleng
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.